Setelah Jawa timur dan Kalimantan timur yang kami kunjungi beberapa bulan lalu, bulan Maret kemarin saya dan mario main ke wilayah Indonesia bagian timur. Pulau Lombok, NTB yang terkenal dengan pantainya yang indah dan bersih menarik kami untuk mengunjungi tempat tersebut. Tiket dan penginapan sudah kami pesan secara online. Penginapan saya pilih di daerah Senggigi, sesuai dengan rekomendasi seorang teman yang pernah menginap disana.
Hari Pertama
Kami berangkat dengan jadwal penerbangan pukul 09.00 dan sampai di kota Mataram sekitar pukul 12.00. Sampai di bandara kami disambut oleh teman kuliah saya, dewi, yang saat ini tinggal di Lombok dan teman kerja mario yang juga bermukim disana. Setelah kangen-kangenan sebentar dengan dewi, kami diantar teman mario menuju tempat penginapan di daerah Senggigi.
Sebelum menuju Senggigi kami diajak makan siang dulu di rumah makan taliwang irama. Dari referensi yang saya baca, kuliner yang patut dicoba di lombok adalah ayam taliwang dan plecing kangkung. Menurut teman kami, taliwang irama ini merupakan rumah makan paling enak dan terkenal disana. Wohoo..tak sabar ingin segera menyantap karena perut sudah mulai bersuara..hehe. Menu makan siang kami hari ini adalah ayam taliwang (bumbu sedang), plecing kangkung, beberok dan bebalung. Apa pula itu….hahaha. Ternyata yang namanya beberok adalah istilah untuk sayur terong (yang bentuknya bulat, bukan terong ungu) yang dipotong kecil-kecil dan dicampur dengan ulekan sambal tomat. Sedang bebalung adalah potongan daging yang berkuah, semacam sop daging. Kalau plecing kangkung yaa sayur kangkung yang dicampur dengan bumbu seperti urap dan sambal tomat. Ayam taliwang, ayam yang dibakar dengan bumbu khas daerah sana. Rasanya lumayan lah, maklum lagi kelaparan…hehe. Namun untuk beberok agak kurang pas di lidah saya karena mungkin saya tidak terlalu suka dengan terong hijau :p Selesai makan kami melanjutkan perjalanan menuju penginapan.

Dari kota Mataram menuju Senggigi butuh waktu sekitar 30 – 40 menit. Kami menginap di TBC Senggigi untuk selama 3 malam kedepan. Sampai di TBC sore hari dan kami langsung melepas lelah. TBC ini penginapan dengan konsep bungalow yang lebih menekankan unsur tradisional dan alami. Konsep tradisional dan alami terlihat dari bangunan bungalow yang terbuat dari kayu dan bambu. Kamar mandinya dibuat semi-terbuka, walaupun ada atap namun tembok tidak full menutup sampai atas. Jadi ketika mandi kita masih bisa merasakan udara segar dari luar. Menarik sih tapi buat saya ini malah bikin was-was…hahaha. Bayangin kalau lagi mandi tiba-tiba ada yang ngintip gitu, jadi malah ngerasa ngga aman…wkakakak. By the way, di TBC ini juga ada kamar untuk para backpacker. Ratenya Rp. 150 ribu per malam. Malam harinya kami berjalan menyusuri pantai senggigi sambil bersantai di salah satu cafe sekedar minum hangat dan mencoba spaghetinya.

Hari Kedua
Untuk memudahkan transportasi kami selama di lombok, kami menyewa motor selama 2 hari. Sewa motor per hari sebesar Rp. 50.000. Hari ini kami berencana untuk pergi ke pulau gili. Ingin lihat pantainya yang katanya bersih banget. Lombok terkenal dengan tiga pulau gilinya: gili air, gili meno dan gili trawangan. Trawangan merupakan pulau yang terbesar dan lebih ramai dibanding yang lain. Gili trawangan menjadi pilihan kami. Dari senggigi menuju bangsal butuh waktu sekitar 45 – 60 menit menggunakan motor. Namun di perjalanan menuju kesana kami sempat berhenti beberapa kali untuk sekedar menangkap keindahan pantai lombok dengan kamera. Sampai di bangsal sekitar pukul 11 siang dan perjalanan dilanjutkan dengan perahu menyebrangi pulau. Tiket public boat dari bangsal menuju trawangan sebesar Rp. 10.000. Kapasitas perahu untuk 25 orang sehingga kami masih harus menunggu 20 orang lagi untuk berangkat. Ketika menunggu, beberapa penduduk lokal yang jualan souvenir seperti kalung dan topi menghampiri kami. Salah satu penjual topi malah sempat berbincang panjang lebar dengan mario. Cerita-cerita tentang lombok tentunya. Lucunya, walaupun ngobrol dengan kami (turis lokal) dia tetap menggunakan bahasa campur2 Indonesia Inggris seperti yang dia lakukan ke bule sebelumnya. Contohnya seperti ini: “mas, topinya mas buat di gili nanti. Yaa, need…no need sih. Sekarang sih no need tapi nanti disana need mas karena panas”. Hahaha….

Setelah memenuhi kuota, akhirnya perahu kami berangkat menuju gili trawangan. Perjalanan butuh waktu sekitar 40 menit. Sampai di gili trawangan sekitar pukul 12 siang. Artinya kami hanya punya waktu sekitar 3 jam di gili untuk kembali lagi ke bangsal karena perahu terakhir ke bangsal adalah jam 3. Kalau mau bebas sih, bisa saja sewa boat untuk pulang lagi ke bangsal yang range harganya sekitar 150 – 300 ribu. Tapi kami pilih ikut yang public boat saja, cuma 10 ribu hehehe. Sesampai di gili trawangan….wow pantainya kereeen banget….lautnya biruuu banget, bahkan kedalaman laut dapat dilihat dengan gradasi warnanya, biru tua (lebih dalam) dan biru muda (dangkal). Pasirnya putih dan pantainya bersih. Dan satu lagi….pantainya ramai dengan bule boo, bahkan hampir semua turisnya turis asing. Cuma saya dan mario yang turis lokal….uhuy!
Sebelum bernarsis-ria kami menyempatkan untuk mengisi perut dulu dengan makan….nasi goreng. Setelah itu foto-foto di pantai yang indah nan menawan. Puas dengan foto pantai…kami berkeliling pulau dengan sepeda. Di pulau gili trawangan ini hanya ada 2 kendaraan yaitu sepeda dan cidomo (atau biasa disebut dokar/andong). Sewa sepeda Rp 15 ribu per jam nya. Lalu kami berpapasan dengan sepasang bule yang sedang memotret, mario pun menawarkan diri untuk memotret mereka berdua. Kami sempat berkenalan sejenak dan ternyata mereka turis dari Rusia. Mereka tanya apakah kami orang Indonesia? Yes, we are. Dia sempat kaget loh karena dia pikir orang Indonesia hanya work, work dan work. Dan no time for holiday *eh, kok saya jadi kaya si tukang jualan souvenir tadi yaa..hahaha. Intinya, dia kaget ada orang Indonesia liburan karena setahu dia orang Indonesia selalu sibuk bekerja setiap harinya. Setelahitu, saya dan mario tidak berhenti tertawa ngebayangin ekspresi si bule tadi

Setelah puas bersepeda dan waktu sudah menunjukkan pukul 3, kami bergegas menuju tempat pembelian tiket untuk kembali lagi ke bangsal. Perahu berangkat sekitar pukul setengah 4. Sampai di bangsal kami lanjut perjalanan dengan motor menuju penginapan dan sampai di senggigi sekitar pukul 6 sore.
Hari Ketiga
Hari ketiga rencananya kami ingin melihat pantai kuta yang letaknya di bagian timur Lombok. Namun kami urung kesana karena perjalanan menuju kuta butuh waktu sekitar 2 jam. Kemarin saja naik motor ke bangsal sekitar 2 jam PP sudah terasa capek, gimana kalau 4 jam *lapkeringet*. Akhirnya kami memutuskan untuk keliling kota Mataram saja. Selain karena ingin mengunjungi saudara jauh mario, saya juga janjian dengan dewi, sore harinya untuk menemani ke tempat oleh2. Setelah bersilahturahmi ke tempat saudara mario, ternyata dia menawarkan diri untuk menemani ke pasar cakranegara dan sekarbela. Memang dalam agenda saya, saya ingin mampir ke Cakranegara, pasar oleh2 dan kaos, dan Sekarbela, tempat yang terkenal dengan mutiaranya. Daerah sekarbela isinya jualan mutiara & emas semua…dan harga-harganya lumayan mahal juga…hehe. Kami juga ditunjukkan tempat mutiara yang murah meriah di dekat mall Mataram, tapi emang sih yaa…yang namanya ada kualitas yaa ada uang. Harga di sekarbela lebih mahal karena memang mutiaranya punya kualitas lebih bagus…hehe. Di pasar cakranegara, kami ke tempat jualan kaos. Saya ingin beli kaos dengan gambar pulau lombok, namun tidak menemukan yang sesuai. Ada sih yang gambar pulau namun bahan kaosnya kurang halus, jadinya ngga jadi beli. Malah ternyata mario lah yang borong kaos…hohoho. Setelah selesai di cakranegara, kami mengisi perut di rumah makan kania. Rumah makan ayam taliwang yang terkenal setelah taliwang irama. Kebetulan juga letak rumah makan ini ada di cakranegara yang tidak terlalu jauh dari pasar. Menu kami ayam taliwang (bumbu pedas) dan plecing kangkung saja. Rasa bumbu dan pedasnya lebih terasa…hehe. Dewi menghampiri ke tempat makan dan menemani kami ke phoenix, tempat oleh2 yang menjual madu dan beraneka rasa dodol khas lombok. Sore harinya kami diajak kuliner salah satu makanan khas lombok lainnya yaitu sate bulayak. Sate yang terdiri dari campuran daging ayam, hati dan usus. Dan dimakan dengan semacam lontong (dengan bentuk lebih panjang dan diameter kecil), yang disana disebut bulayak. Rasanya…hmm, gimana yaa… yaa begitu laah….

Hari Keempat
Kembali ke Jakarta. Setelah sarapan kami habiskan waktu dengan santai-santai dan jepret-jepret pantai senggigi lagi. Akhirnya waktu berpisah dengan lombok tiba. Sebelum berangkat ke bandara, kami sempatkan untuk foto bersama dengan tim penginapan. Next, pulau Sumatra, Bangka Belitung dan Sulawesi….tunggu kami….hohohoho :D
Sekarang no need, nanti need :p
lucu juga, bahasa lombok selain bahasa sasak dan indonesia, ada bahasa Hibrid indonesia-english….
Para penduduk berani untuk berkonversation dengan turis, bahkan sering bertukar kosa kata/vokabulary baik bahasa inggris, jerman, dll. *salut
Lowongan tuh buat yang bisa bahasa cina / jepang… untuk meng guide turis cina/jepang, secara ngk ada yang bisa bahasa.
salah satu kesempatan bagi penduduk yang tinggal di daerah wisata, untuk berani ngomong english… at least, english for conversation
rencana bulan july nanti aku mau ke lombok kalo disana ada taksi meter juga ngah sih thx
halo devy, salam kenal..
di lombok ada juga kok taksi meter, disana ada taksi bluebird dan express. tapi kalo naik taksi dari bandara, pake taksi khusus bandara dan tarifnya sudah ditentukan sesuai dengan tujuan (biasanya lbh mahal)..
selamat jalan2 di lombok
main lagi ke lombok, sepertinya belum menyaksikan presean lombok, seru banget. mampir ke dan silahkan lihat-lihat pemandangan alam dan pantai lombok di skepat lombok.
salam
skepat-lombok
presean lombok dmana yaa?
baiklah, saya mampir ke blognya
ayo kesana lagih…ngerasain nginep di gili trawangan….hehe
yuuk mariii