Saya belum pernah dengar tentang Handil sebelumnya. Mario lah yang menceritakan pada saya tentang Handil. Handil adalah salah satu nama daerah di pulau Kalimantan, tepatnya Kalimantan Timur. Menuju kesana membutuhkan waktu sekitar 4 jam dari Jakarta. Dua jam perjalanan udara dari Jakarta ke Balikpapan. Kemudian dilanjutkan perjalanan darat dua jam menuju handil. Dari Balikpapan menuju Handil saya berencana untuk naik angkutan umum seperti minibis dari depan bandara Sepinggan.
Mengunjungi Handil sudah menjadi agenda saya sejak beberapa waktu lalu namun belum menemukan waktu yang tepat untuk berangkat. Akhirnya ketika kesempatan itu datang, rasa penasaran saya tentang Handil terbayarkan….hehehe. Perjalanan saya dimulai dengan penerbangan menuju Balikpapan dan dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Handil. Dari Balikpapan menuju Handil menggunakan minibis Colt dengan tarif 30 ribu. Perjalanan berkelok-kelok dan naik-turun cukup membuat saya terjaga dan memperhatikan pemandangan selama perjalanan. Balikpapan yang terkenal dengan tambang batu bara dan oil & gas merupakan daerah yang ramai dengan para pekerja. Beberapa meter dari bandara terlihat banyak pekerja dengan seragam perusahaan masing-masing. Perjalanan darat selama dua jam ini menyusuri daerah pesisir pantai. Sepanjang perjalanan terlihat rumah penduduk yang agak tinggi dari tanah dan terbuat dari kayu. Rumah di daerah sini rata-rata terbuat dari kayu karena daerah yang dekat dengan pesisir pantai sehingga apabila terjadi air pasang maka air tidak akan membanjiri rumah mereka. Perjalanan darat menuju Handil ternyata cukup membuat lelah sehingga ketika sore hari sampai di penginapan saya langsung tepar.
Ada apa di Handil?
Makanan
Sepanjang jalan di Handil ramai dengan mereka yang berjualan. Hampir setiap rumah disana membuka usaha seperti toko kelontong, rumah makan, gerobak makanan, jual hp dan voucher, penginapan, dsb. Ada juga pasar basah, sayur & buah dan beberapa yang berjualan baju. Selama lima hari disana saya mencicipi semua tempat makan yang menurut mario populer disana. Diantaranya pecel ayam Joko tingkir, mie ayam Anda dan masakan padang Minang asli. Tiga masakan inilah yang rasanya paling lumayan menurut saya….hehe. Satu hal lagi, mungkin karena disini adalah daerah pekerja yang mana porsi makan nasi mereka hampir segunung, saya pun disuguhi porsi nasi yang sama banyaknya. Tadinya sempat bingung bakal habis ngga nih nasi segini. Ternyata oh ternyata karena mungkin saya juga sedang lapar berat jadinya porsi nasi segunung tadi habis juga….hehehe.
Pelabuhan Handil

Ketika hari menjelang sore, saya menyempatkan diri untuk berkeliling daerah sini. Tidak jauh dari penginapan ada pelabuhan Handil, tempat bersandarnya kapal-kapal yang akan membawa muatan batu bara atau yang lainnya. Sore hari di pelabuhan ternyata cukup ramai juga. Saya melihat beberapa Ibu yang sedang membawa anak kecilnya untuk sekedar melihat atau menikmati pemandangan disini, begitupun bapak yang yang membawa anaknya. Ada pula beberapa anak remaja yang mengendarai motor bercengkrama dengan teman-temannya disini. Bahkan ada yang hanya sekedar lewat dengan motor mereka untuk kemudian pulang lagi. Yaa, pelabuhan sudah menjadi tempat jalan-jalan sore atau sekedar hiburan sore hari mereka.
Jembatan Dondang
Jembatan yang menghubungkan Handil menuju Samarinda ini merupakan jembatan yang terpanjang yang ada di Kalimantan. Saya diantar mario melihat jembatan dondang di malam hari naik motor. Ternyata malam hari di jembatan dondang ramai betul. Banyak motor-motor yang berhenti dan berjejer di jembatan. Saya pikir ngapain mereka malam-malam duduk di jembatan (maksutnya di trotoarnya yaa). Oh ternyata oh ternyata. Kalau malam hari di jembatan dondang ini juga dipakai sebagai tempat untuk para muda-mudi pacaran. Pacaran gelap-gelapan euy. Haduh. *tutupmata*
Sayang sekali karena kami pergi kesana malam hari jadi tidak bisa bernarsis ria di jembatan dondang ini. Padahal bagus looh. Tapi tidak bisa memotret jembatan terbayarkan dengan bermotor ria bersama mario ditemani cahaya bintang di langit. Penuh bintang. ;)
Pasar Malam
Pasar malam yang ada setiap malam minggu ini digelar di lapangan luas yang kosong. Ketika malam minggu lapangan kosong ini berubah tempat menjadi pasar malam yang ramai dengan pedagang yang menggelar dagangannya di atas rumput. Hampir semua orang yang ada disini tumpah ruah di pasar malam ini seakan tidak mau ketinggalan kemeriahan pasar malam ini. Saking ramainya bisa disebut sebagai pasar senggol juga karena setiap jalan selalu bersenggolan dengan yang lain….hehe. Semua dagangan kaki lima digelar di pasar ini. Mulai dari baju, celana, peralatan rumah tangga, sepatu, dan lain-lain.
“Kalau malam hari di jembatan dondang ini juga dipakai sebagai tempat untuk para muda-mudi pacaran. Pacaran gelap-gelapan euy. Haduh. *tutupmata*”
Pasti pulang dari Jembatan Dongdong langsung pacaran beneran, bales dendam sama yang pacaran gelap2an.. LoL.
pastinya…hahaha…
bermotor ria bersama mario ditemani cahaya bintang di langit. Penuh bintang.
#like this
Sory nieh,, comen2,.
ak orang handil,
berarti ada tempat yang belum pernah kamu liat di handil dong, namanya kolong langit, di kolong langit banyak pemandangan indah yang bisa di liat,. trus ad juga jembatan kuning tempat anak muda berkumpul,