Terkadang manusia begitu banyak rencana dan harapan. Harapan yang besar terkadang menyakitkan jika yang terjadi tidak sesuai dengan harapan tersebut. Makanya ada pepatah hope for the best, prepare for the worst.
Ketika semua orang berlomba untuk menetapkan rencana dan harapan, saya berpikir kedalam. Apa saja yang mereka rencanakan dan harapkan. Seorang bapak/ibu pasti merencanakan apapun yang terbaik untuk anak-anaknya. Seorang mahasiswa yang sedang menyelesaikan studinya pasti akan merencakan pekerjaan yang diimpikannya. Seorang karyawan yang giat bekerja pasti akan merencanakan kariernya, baik di perusahaan saat ini ataupun perusahaan selanjutnya. Seorang laki-laki atau perempuan dewasa pasti akan merencakan menikah dengan seseorang yang menjadi belahan jiwanya. Sepasang suami istri pasti akan merencakan memiliki momongan sebagai pelengkap keluarga kecilnya. Dan seterusnya….dan seterusnya….

Pernahkah kita tidak berencana?
Pernahkah kita tidak berharap?
Rasanya hampir setiap waktu dalam hidup kita, kita terus berencana dan berharap bukan? Apa yang terjadi ketika apa yang kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada? Bagi mereka yang mengerti, pasti mereka akan mencoba ikhlas dan menerima segala kenyataan yang terjadi. Karena sesungguhnya segala sesuatu terjadi hanya karena Allah Swt. Jika Allah mengijinkan maka akan terjadi, jika tidak…mungkin Allah menundanya untuk waktu yang tepat di masa depan. Ketika seseorang merencanakan ingin menikah secepatnya namun belum menemukan jodohnya, maka bersabarlah pasti Allah punya rencana yang terbaik untuknya. Mungkin kekasih yang sekarang bukan yang terbaik untuk dijadikan suami/istri, maka nanti pasti Allah akan memberikan kekasih yang terbaik tepat pada waktunya.
Begitu juga dengan memiliki anak. Manusia hanya tahu dan berusaha bahwa anak adalah buah cinta sepasang suami istri. Namun Allah lah yang menentukan kapan kita akan dititipkan seorang anak. Setiap kali saya ditanya, sudah hamil belum? (oleh keluarga, khususnya) rasanya pengen teriak…. woiiiiiii, ada pertanyaan lain ngga? *langsungsensi* hahaha… Jujur, saya ingin segera memiliki anak tapi kalau saat ini belum diberi, masa saya mau marah-marah sama Allah…kan malu…. yaa, berpikir positif aja sama Allah… Allah pasti akan memberi di waktu yang paling tepat buat kita *talktoself*. Pasti lah ada yang nanya, udah ke dokter belum? Atau ngga….ke dokter A aja, dia manjur looh….semua sodara ke dokter A langsung pada hamil. *irisbawangbombay* *irisbawangmerah* Saya tahu, selain berdoa kita juga harus berupaya. Ke dokter mungkin menjadi salah satu upaya bagi pasangan agar bisa segera diberi momongan. Tapi kalo saya masih ingin mencoba secara alami, kan ngga salah yaa? ngga kaan? nah, pas udah nyoba tanya ke dokter (pilihan saya), dokternya malah bilang SABAR aja yaa dan ngga diperiksa apa-apa loh….wuaaa, dokternya masih percaya sama saya…. *senyumlebar* *senyumbahagia*
In a way, saya percaya bahwa semua sudah ditakdirkan oleh Allah. Jodoh, rezeki, maut semua sudah ada garisannya. Bahkan ketika seseorang tidak menikah ataupun tidak memiliki anak, pasti sudah merupakan suratan takdir dari Allah. Tinggal bagaimana kita menjalaninya dengan ikhlas dan bahagia. Tapi tetep, berencana dan berharap sih harus wajib kudu terus dilakukan supaya hidup ada tujuan dan semangat. In the end, berserah diri pada Allah alias Ikhlas. Sebuah kata yang mudah diucapkan tapi tidak mudah dilakukan. Belajar ikhlas ah mulai dari sekarang.
Segala sesuatu itu jadi manis jika tepat pada saatnya
Jika tidak pada waktunya, tinggal ambil pelajaran, perbaiki, kembali berusaha dan berdo’a.
selamat belajar terus ya berdua… pake cara alami, cara non-alami.. itu maksudnya dioperasi yak?
*kabuur*
I’ve been married for 3,5 years (gak terasa ya :p) dan setelah berkali-kali ditanya pertanyaan yang sama. Mengalami apa yang tidak terlihat sama orang-orang, akhirnya gw cuma bisa SENYUM dan selalu berdoa dalam hati. I do understand what you feel. Can’t say anything other than ‘Just Enjoy Your Life’ ^_^