Hari ketiga saya melanjutkan jelajah tempat belanja di Yogya. Touring ke beberapa tempat kerajinan menggunakan taksi. Awalnya hanya niat ke satu tujuan A namun ketika tanya-tanya berapa lama perjalanan ke B, C dan D akhirnya supir taksi berinisiatif untuk menunggu dan mengantarkan saya ke tempat lainnya. Asiiik…lumayanlah jadi dapat mobil carteran seharian….hehe. Tujuan pertama saya adalah kota gede, tempat kerajinan perak. Awalnya saya kira kota gede seperti daerah sekarbela, pusat mutiara di Lombok yang ramai dengan toko-toko kecil sepanjang jalan sekarbela. Ternyata disana hanya ada satu (atau dua) pusat kerajinan perak saja, namun memang tempatnya cukup besar untuk menjadi pusat kerajinan perak. Mungkin semua pengrajin kecil mensupply bahan setengah jadi mereka kesini dan akhirnya finishing dikerjakan di pusat toko ini. Dan harganya lumayan mahal untuk perhiasan maupun beragam pajangan dari perak. Jadinya cukup lihat-lihat aja deh…hehe. Continue reading ‘Yogya – part #2′
Archive for the 'Travelling' Category
Yogya – part #2
Yogya – part #1
Dari beberapa waktu lalu, saya ingin sekali menjelajah kota Yogyakarta, namun belum ada kesempatan. Akhirnya ketika kesempatan itu datang, saya langsung memaksimalkan tujuan saya. Namun sangat disayangkan eksplorasi kota Yogya kali ini tidak ditemani mario…huhuhu. Waktu empat hari di Yogya cukuplah bagi saya untuk menjelajah (biar jelas, maksud menjelajah disini artinya menjelajah tempat belanja di Yogya…hehehe). Dan beginilah cerita jelajah saya dimulai…
Saya naik kereta Sancaka pukul 07.00 dari arah Surabaya menuju Yogya. Sampai di Yogya sekitar pukul 12.00. Saya langsung memesan tiket pulang untuk hari selasa menuju Jakarta. Ternyata counter pemesanan tiket sudah dipadati mereka yang juga ingin memesan tiket balik. Jadwal kereta ke Jakarta untuk hari minggu dan senin sudah habis. Untunglah, untuk hari selasa masih tersedia cukup banyak. Setelah tiket sudah ditangan, saya bergegas keluar stasiun menuju malioboro. Rencananya saya akan mencari hotel di daerah Dagen, malioboro supaya lebih dekat kemana-mananya. Ketika saya masuk ke Jl. Dagen ternyata hampir semua hotel Full dari ujung sampai ujung. Apakah karena ini musim liburan (tapi setahu saya, anak-anak sekolahan sudah masuk sekolah semua) atau karena ini adalah weekend sehingga banyak yang berlibur di sabtu-minggu ini. Akhirnya, masih ada tersisa satu kamar untuk hari itu di salah satu hotel. Kisaran tarif hotel di Jl. Dagen antara 200 ribu sampai dengan 500 ribu. Namun di dalam gang-gang kecil masih banyak guest house yang kisaran tarifnya lebih murah, cocok untuk mereka yang ingin tinggal lebih lama di Yogya atau para backpacker (walaupun saya juga termasuk tipe backpacker karena membawa tas punggung namun kali ini saya pilih tinggal di hotel deh…hehe). Continue reading ‘Yogya – part #1′
Handil, Kaltim
Saya belum pernah dengar tentang Handil sebelumnya. Mario lah yang menceritakan pada saya tentang Handil. Handil adalah salah satu nama daerah di pulau Kalimantan, tepatnya Kalimantan Timur. Menuju kesana membutuhkan waktu sekitar 4 jam dari Jakarta. Dua jam perjalanan udara dari Jakarta ke Balikpapan. Kemudian dilanjutkan perjalanan darat dua jam menuju handil. Dari Balikpapan menuju Handil saya berencana untuk naik angkutan umum seperti minibis dari depan bandara Sepinggan.
Lombok
Setelah Jawa timur dan Kalimantan timur yang kami kunjungi beberapa bulan lalu, bulan Maret kemarin saya dan mario main ke wilayah Indonesia bagian timur. Pulau Lombok, NTB yang terkenal dengan pantainya yang indah dan bersih menarik kami untuk mengunjungi tempat tersebut. Tiket dan penginapan sudah kami pesan secara online. Penginapan saya pilih di daerah Senggigi, sesuai dengan rekomendasi seorang teman yang pernah menginap disana.
Hari Pertama
Kami berangkat dengan jadwal penerbangan pukul 09.00 dan sampai di kota Mataram sekitar pukul 12.00. Sampai di bandara kami disambut oleh teman kuliah saya, dewi, yang saat ini tinggal di Lombok dan teman kerja mario yang juga bermukim disana. Setelah kangen-kangenan sebentar dengan dewi, kami diantar teman mario menuju tempat penginapan di daerah Senggigi.
Pulang kampung nih
Cerita jalan-jalan saya dan mario kali ini adalah pulang kampung mengunjungi eyang saya di Jember, Jawa Timur bulan oktober lalu. Eyang saya tinggal sendiri ditemani dengan seorang asisten laki-laki. Setelah ditinggal eyang putri hampir 2 tahun, eyang kakung selalu menyibukkan dirinya dengan segala kegiatan seperti berkebun, bertanam, kumpul dengan sesama lansia – bahkan ada pertemuan rutin setiap bulan, berkunjung ke rumah anak-anaknya, membaca, menulis, dan lain-lain.
Perjalanan kesana ditempuh dengan naik pesawat ke Surabaya dilanjut dengan kereta mutiara timur menuju Banyuwangi. Pesawat Jakarta – Surabaya sekitar 1 jam, dari bandara menuju stasiun sidoarjo naik taksi sekitar 45 menit *kalo lancar*, kereta Sidoarjo – Jember sekitar 4 jam. Sampai di Jember sekitar sore hari, kami langsung menuju rumah eyang naik becak. Ehm, ternyata becaknya sudah tidak sebesar dulu ya *perasaan dulu cukup besar deh buat dua orang*…sekarang duduk berdua terasa sempit sekali ditambah dengan bawaan kami…hehe. Pak becak tampak ngos-ngosan menarik becaknya…maaf yaa pak, bawa 2 orang kaya bawa 4 orang
Eat, eat & eat
Setahun terakhir ini saya punya hobi baru: makan …hehe. Hobi baru saya ini berefek tidak terlalu baik untuk berat badan saya…which is my weight gain more…hehehe. Kata orang sih pertanda bahagia, tapi saya malah sedih setiap kali melihat timbangan….hihihi.
Kalau dulu makan karena kebutuhan dan belum begitu bisa membedakan rasa, karena semuanya tampak enak. Sekarang, selain kebutuhan…saya juga mulai hunting makanan yang katanya enak dan sedikit mulai bisa merasakan makanan yang oke dan kurang oke
. Kesimpulannya sih hampir semua makanan itu enak…hehe. Apalagi kalau lagi lapar-laparnya…bisa ngamuk makannya
what a week
Ingin menulis cerita ini dari sekitar dua bulan lalu namun sepertinya mood untuk menulisnya belum muncul-muncul juga sehingga tidak jadi-jadi (menulis) *padahal malas* :p
Namun tiba-tiba malam ini mendapat wangsit ingin menuntaskan tulisan ini segera. Jadi inilah cerita yang tertunda itu.
Alhamdulilah, akhirnya cita-cita backpacking ke luar negeri terwujud
Negera tetangga, Singapura dan Malaysia, menjadi tujuan saya dan mario untuk petualangan pertama bersama.
Tiket pesawat dan penginapan sudah kami pesan secara online. Kami naik batavia air dan berencana untuk menginap di hostel.
Subuh kami sudah berangkat menuju bandara karena kami terbang dengan jadwal penerbangan paling pagi. Petualangan dimulai ketika kami sampai bandara. Mungkin karena masih setengah ngantuk, kami turun di terminal 1 dan segera berlari mencari loket batavia air. Ups, ternyata penerbangan luar negeri ada di terminal 2, yak…kami salah turun *ketahuan banget baru pertama kali ke luar negeri…hehehe.
Terbang sekitar 2,5 jam akhirnya kami sampai di Changi Airport. Wow. Takjub melihat bandara Singapura ini. Keren. Ingin langsung narsis di changi airport namun karena masih mengalami jetlag kami memutuskan untuk bernarsis-ria pada waktu pulang saja
Recent Comments