<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Amaharani</title>
	<atom:link href="http://amaharani.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://amaharani.wordpress.com</link>
	<description>Catatan ringan dari pengamatan yang ringan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 09:17:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='amaharani.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/c404486ff4bd21ef0e351d88fa623534?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Amaharani</title>
		<link>http://amaharani.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://amaharani.wordpress.com/osd.xml" title="Amaharani" />
	<atom:link rel='hub' href='http://amaharani.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Yogya &#8211; part #2</title>
		<link>http://amaharani.wordpress.com/2011/07/25/yogya-part-2/</link>
		<comments>http://amaharani.wordpress.com/2011/07/25/yogya-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 17:20:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maharani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amaharani.wordpress.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Hari ketiga saya melanjutkan jelajah tempat belanja di Yogya. Touring ke beberapa tempat kerajinan menggunakan taksi. Awalnya hanya niat ke satu tujuan A namun ketika tanya-tanya berapa lama perjalanan ke B, C dan D akhirnya supir taksi berinisiatif untuk menunggu dan mengantarkan saya ke tempat lainnya. Asiiik&#8230;lumayanlah jadi dapat mobil carteran seharian&#8230;.hehe. Tujuan pertama saya adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amaharani.wordpress.com&amp;blog=9873039&amp;post=217&amp;subd=amaharani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ketiga saya melanjutkan jelajah tempat belanja di Yogya. Touring ke beberapa tempat kerajinan menggunakan taksi. Awalnya hanya niat ke satu tujuan A namun ketika tanya-tanya berapa lama perjalanan ke B, C dan D akhirnya supir taksi berinisiatif untuk menunggu dan mengantarkan saya ke tempat lainnya. Asiiik&#8230;lumayanlah jadi dapat mobil carteran seharian&#8230;.hehe. Tujuan pertama saya adalah kota gede, tempat kerajinan perak. Awalnya saya kira kota gede seperti daerah sekarbela, pusat mutiara di Lombok yang ramai dengan toko-toko kecil sepanjang jalan sekarbela. Ternyata disana hanya ada satu (atau dua) pusat kerajinan perak saja, namun memang tempatnya cukup besar untuk menjadi pusat kerajinan perak. Mungkin semua pengrajin kecil mensupply bahan setengah jadi mereka kesini dan akhirnya finishing dikerjakan di pusat toko ini. Dan harganya lumayan mahal untuk perhiasan maupun beragam pajangan dari perak. Jadinya cukup lihat-lihat aja deh&#8230;hehe.<span id="more-217"></span></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-224" title="salah satu sudut" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/07/100_1086-edit1.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p>Tujuan selanjutnya adalah tempat kerajinan kulit di daerah manding, bantul. Lumayan jauh kesana ternyata. Kalau kasongan, tempat kerajinan gerabah, ada di daerah bantul kota&#8230;manding masih jauh ke pelosoknya. Sampai di manding, disana ada beberapa toko kerajinan kulit sepanjang jalan walaupun tidak terlalu banyak. Saya mulai menyusuri dan memasuki setiap toko yang ada. Toko kerajinan kulit disini mengingatkan saya dengan pusat kerajinan kulit yang ada di daerah tanggulangin, Sidoarjo. Hanya saja di tanggulangin tokonya lebih banyak dan variatif sehingga kita bisa menghabiskan waktu seharian untuk menjelajah setiap tokonya. Sedangkan di manding tokonya sedikit dan cenderung sepi. Dan sayangnya, beberapa toko yang sebenarnya menjual tas kulit yang menarik namun karena tas-tas tersebut tidak dikemas dengan baik dalam plastik membuat tas tersebut banyak yang berdebu. Barang yang dijual disana seperti tas, sepatu, sandal, dompet, ikat pinggang dan jaket yang semuanya terbuat dari kulit. Namun ternyata bahan untuk kulit jaket banyak yang didatangkan dari daerah jawa barat, yang memang terkenal sebagai tempat kerajinan kulit.  </p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-225" title="sudut lainnya" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/07/100_1024-edit1.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p>Setelah puas menyusuri semua toko di manding, tujuan selanjutnya adalah tempat tas merek Dowa di daerah godean. Tas rajut yang sudah banyak diekspor ke luar negeri dan berskala internasional. Bahan rajut yang halus dengan kualitas terbaik menjelaskan harga mereka yang termasuk mahal (menurut kantong saya). Di samping kiri gerai ada poster bertuliskan produk sisa ekspor dengan merek berbeda yaitu <em>the sak</em>. Walaupun bahan rajutan tidak sehalus produk unggulannya namun kualitasnya lumayan juga dan harganya yang lebih terjangkau&#8230;hehe.</p>
<p>Setelah selesai keliling tempat kerajinan seharian baru sadar kalau ternyata saya belum makan siang, pantesan perut sudah mulai kruyuk-kruyuk daritadi&#8230;hehe. Saya mencoba menu ayam goreng dengan sambal ijonya di restoran lombok ijo. Satu porsi ayam goreng hanya seharga 7.500 rupiah&#8230;murah yaa? Kalau urusan makanan, disini semuanya serba murah meriah deh. Kalau di Jakarta, katakanlah sekali makan untuk satu orang menghabiskan setidaknya 50.000 rupiah, di Yogya 50.000 rupiah itu habis untuk makan tiga orang&#8230;.mantaab ngga tuh? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-226" title="warung yu djum" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/07/100_1069-edit1.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p>Hari terakhir di Yogya, saya sempatkan untuk keliling ke daerah kaliurang. Lihat kampus UII dan UGM dari luar, mampir ke mirota kaliurang dan lanjut makan siang di gudeg yu djum kaliurang. Mirota kaliurang agak lebih sepi dibanding dengan di malioboro tapi barang-barangnya tidak kalah beragam dan menariknya. Melihat barang yang unik dan menarik rasanya perlu pengendalian diri yang kuat untuk menahan godaan membeli semua barang tersebut&#8230;hehe. Setelah puas di mirota, saya beranjak ke tujuan selanjutnya yaitu gudeg yu djum di kaliurang km 4,5. Apa yang membedakan gudeg satu dengan gudeg lainnya? Isinya hampir sama, sayur lodeh nangka, krecek, telor dan ayam namun untuk rasa tentulah tidak sama. Beberapa hari kemarin makan gudeg juga tapi rasanya biasa saja namun ketika mencoba gudeg yu djum&#8230;.rasanya memang berbeda dari yang lain&#8230;.rasanya enak, bumbunya terasa, rasa pedas dari krecek juga menambah kenikmatan rasa gudeg tersebut. *iklan tidak berbayar* Hmm&#8230;apa kira-kira bumbu rahasianya yaa? Hehehe. Katanya ada lagi yang terkenal disini yaitu gudeg ceker. Nah, yang ini belum sempat dicoba karena tempatnya yang agak jauh disebelah utara Yogya dan waktu yang sudah tidak memungkinkan. Tapi udah kebayang sih seperti apa, pastinya gudeg yang dicampur dengan ceker ayam&#8230;.yaa, secara saya sendiri tidak terlalu suka dengan ceker maka tidak terlalu antusias untuk mencoba juga&#8230;.hihihi.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-219" title="gudeg yu djum" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/07/100_1062-edit.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p>Selesai dari kaliurang sore hari, saya masih punya waktu untuk jalan-jalan di sekitar malioboro lagi karena jadwal kereta ke Jakarta malam hari. Kembali saya susuri malioboro untuk yang terakhir kalinya dari ujung sampai ujung. Ada beberapa pemuda bermain angklung sambil menyanyi di pinggiran jalan malioboro dan orang-orang sekitarnya turut berjoget ria mengikuti irama musik. Menarik melihat mereka mengamen dengan menggunakan angklung dan alat musik tradisional lainnya. Setelah menikmati musik tersebut, saya kembali berjalan menyusuri malioboro.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-223" title="sudut menarik" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/07/100_1046-edit.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p>Ketika keluar dari sebuah toko, saya sempat melihat ada keributan di jalanan. Entah ada apa. Namun karena penasaran, akhirnya saya mencoba bertanya ke salah satu penjual disana.</p>
<p>“ada ramai-ramai apa ya bu?”</p>
<p>“itu mba, ada polisi lagi ngejar tukang becak”</p>
<p>“loh emang knapa dengan tukang becaknya?”</p>
<p>“tadi ada ibu sama anaknya lagi jalan mau masuk ke pasar, trus pak becak nawarin becaknya. Katanya si ibu sudah menggeleng ‘tidak’ ke pak becak. Namun pak becak terus berusaha menawarkan becaknya. Dan si ibu terus diam saja.</p>
<p>Pak becak trus ngomong; “ayu-ayu kok bisu kabeh” Nah, si ibu ngga terima, pak becaknya dikejar sama si ibu. Dan ternyata suami si ibu adalah seorang polisi, mungkin si ibu lapor ke suaminya akhirnya ibu tadi dibantu polisi di sekitar situ mengejar pak becak yang sudah lari duluan. Karena tidak terkejar, akhirnya becaknya yang diangkut sama polisi.”</p>
<p>“&#8230;&#8230;”</p>
<p>“saya sih kasian yaa mba sama tukang becaknya. Kita ini kan wong cilik. Tapi ya jadi pembelajaran juga sih untuk mereka jadinya&#8230;ngga boleh sembarangan ngomong.” </p>
<p>Entah siapa yang benar siapa yang salah. Perkara kecil seperti ini sampai urusan ke polisi. Duh pak becak, seharusnya bapak tidak perlu ngomong seperti itu&#8230;tawarkanlah jasa bapak dengan baik dan sopan. Pasti kalau kami butuh naik becak, dengan senang hati kami akan naik becak bapak. Namun kalau memang kami tidak butuh naik becak, ijinkan kami untuk menolak tawaran bapak. Mudah kan? Wahai si ibu yang bersuamikan seorang polisi, saya tahu bahwa ibu tersinggung tapi cukuplah dengan membalas ucapan tukang becak dengan kata-kata yang lebih baik namun cukup membuat pak becak menyadari kesalahannya, tanpa harus memperumitnya dengan memanggil polisi untuk turun tangan. Semoga akhir cerita tukang becak dan si ibu akan baik-baik saja, berdamai dan saling berjabat tangan.</p>
<p>Akhirnya, saya melanjutkan tujuan akhir saya ke stasiun tugu. Saya naik kereta malam pukul 10.00 menuju Jakarta. Sembari menunggu kereta datang, saya menghabiskan waktu membaca novel yang saya bawa namun belum sempat terbaca selama perjalanan. Tidak sabar untuk menanti perjalanan saya selanjutnya&#8230;.dengan mario tentunya, hehehe!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amaharani.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amaharani.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amaharani.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amaharani.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amaharani.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amaharani.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amaharani.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amaharani.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amaharani.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amaharani.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amaharani.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amaharani.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amaharani.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amaharani.wordpress.com/217/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amaharani.wordpress.com&amp;blog=9873039&amp;post=217&amp;subd=amaharani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amaharani.wordpress.com/2011/07/25/yogya-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aeec5e9327a1c1173db3263e14d4c217?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maharani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/07/100_1086-edit1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">salah satu sudut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/07/100_1024-edit1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sudut lainnya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/07/100_1069-edit1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">warung yu djum</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/07/100_1062-edit.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gudeg yu djum</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/07/100_1046-edit.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sudut menarik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yogya &#8211; part #1</title>
		<link>http://amaharani.wordpress.com/2011/07/21/yogya-part-1/</link>
		<comments>http://amaharani.wordpress.com/2011/07/21/yogya-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jul 2011 15:59:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maharani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amaharani.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Dari beberapa waktu lalu, saya ingin sekali menjelajah kota Yogyakarta, namun belum ada kesempatan. Akhirnya ketika kesempatan itu datang, saya langsung memaksimalkan tujuan saya. Namun sangat disayangkan eksplorasi kota Yogya kali ini tidak ditemani mario&#8230;huhuhu. Waktu empat hari di Yogya cukuplah bagi saya untuk menjelajah (biar jelas, maksud menjelajah disini artinya menjelajah tempat belanja di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amaharani.wordpress.com&amp;blog=9873039&amp;post=206&amp;subd=amaharani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari beberapa waktu lalu, saya ingin sekali menjelajah kota Yogyakarta, namun belum ada kesempatan. Akhirnya ketika kesempatan itu datang, saya langsung memaksimalkan tujuan saya. Namun sangat disayangkan eksplorasi kota Yogya kali ini tidak ditemani mario&#8230;huhuhu. Waktu empat hari di Yogya cukuplah bagi saya untuk menjelajah (biar jelas, maksud menjelajah disini artinya menjelajah tempat belanja di Yogya&#8230;hehehe). Dan beginilah cerita jelajah saya dimulai&#8230;</p>
<p>Saya naik kereta Sancaka pukul 07.00 dari arah Surabaya menuju Yogya. Sampai di Yogya sekitar pukul 12.00. Saya langsung memesan tiket pulang untuk hari selasa menuju Jakarta. Ternyata counter pemesanan tiket sudah dipadati mereka yang juga ingin memesan tiket balik. Jadwal kereta ke Jakarta untuk hari minggu dan senin sudah habis. Untunglah, untuk hari selasa masih tersedia cukup banyak. Setelah tiket sudah ditangan, saya bergegas keluar stasiun menuju malioboro. Rencananya saya akan mencari hotel di daerah Dagen, malioboro supaya lebih dekat kemana-mananya. Ketika saya masuk ke Jl. Dagen ternyata hampir semua hotel Full dari ujung sampai ujung. Apakah karena ini musim liburan (tapi setahu saya, anak-anak sekolahan sudah masuk sekolah semua) atau karena ini adalah weekend sehingga banyak yang berlibur di sabtu-minggu ini. Akhirnya, masih ada tersisa satu kamar untuk hari itu di salah satu hotel. Kisaran tarif hotel di Jl. Dagen antara 200 ribu sampai dengan 500 ribu. Namun di dalam gang-gang kecil masih banyak guest house yang kisaran tarifnya lebih murah, cocok untuk mereka yang ingin tinggal lebih lama di Yogya atau para backpacker (walaupun saya juga termasuk tipe backpacker karena membawa tas punggung namun kali ini saya pilih tinggal di hotel deh&#8230;hehe).<span id="more-206"></span></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-210" title="alun-alun selatan" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/07/100_1078-edit.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p>Setelah menaruh tas punggung dan berisitrahat sejenak, saya memulai perjalanan saya di Yogya. Tujuan pertama saya ke keraton dan alun-alun selatan. Dari malioboro jalan kaki sampai alun-alun utara sambil sesekali memotret sudut-sudut menarik di yogya. Saya tidak sempat masuk ke dalam keraton karena jadwal buka hanya sampai pukul tiga sore. Lalu saya menuju alun-alun selatan naik becak. Disana terkenal dengan adanya pohon beringin kembar yang berada di tengah lapangan besar. Dan dipercaya bagi mereka yang bisa jalan lurus dengan mata tertutup dari arah depan sampai ke tengah-tengah pohon beringin maka doa atau harapannya akan terkabul. Tadinya saya malas untuk mencobanya. Namun akhirnya penasaran juga untuk mencoba. Saya menutup mata dengan syal saya dan mulai berjalan lurus (menurut saya). Ajaib, langkah saya berbelok ke kanan tepat ketika hampir memasuki jalur tengah kedua pohon beringin. Entah apa yang membelokkan dan kenapa baru belok persis ketika saya hampir masuk jalur tengah tersebut, perasaan sih jalannya lurus-lurus saja&#8230;mungkin ada yang membelokkan yaa hehe *percaya tidak percaya*.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-209" title="belok kanan" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/07/100_1001-edit.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p>Dari alun-alun selatan, saya kembali menyusuri malioboro dari ujung sampai ujung. Setiap jengkal dagangan tidak luput dari pandangan mata hehe. Saya juga mampir ke toko Mirota batik dan kerajinan, yang terletak di malioboro depan pasar bringharjo. Tempat oleh-oleh yang cukup lengkap (menurut saya) karena menjual berbagai macam aneka kerajinan, minuman tradisional kemasan, kaos dan batik. Bagi mereka yang tidak terlalu suka kegiatan tawar-menawar harga, cukuplah dengan belanja oleh-oleh disini karena harganya pun tidak terlalu mahal, bahkan cukup reasonable (dibandingkan dengan toko diluar yang menjual barang sama namun dengan harga lebih mahal). Namun bagi mereka yang suka tawar-menawar harga maka belanjalah di malioboro sampai puas&#8230;hehehe.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-208" title="malioboro" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/07/100_1052-edit1.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p>Ketika kita menginjakkan kaki di jl malioboro pastilah langsung terlihat kerumunan becak dan andong disana. Dan uniknya, hampir semua tukang becak meneriakkan hal yang sama, “becaknya mba, ke tempat oleh-oleh bakpia (pusatnya), dagadu (yang asli) dan pusat batik, 5000 saja mba.” Namun di beberapa hari kemudian, saya sempat juga mendengar “becaknya mba, ke tempat bakpia, 3000 saja.” Ehem, benarkah pulang-pergi hanya 5000 saja? Iya benar, namun hanya untuk satu orang. Kalau kita berdua, maka ketika turun pak becak akan minta tambahan uang karena 5000 hanya untuk satu orang. Lalu bagaimana kalau kita ingin ke tempat lain yang berdekatan juga namun bukan tempat yang diajukan pak becak? Yak, ternyata pak becak akan menyarankan dengan sekuat tenaga bahwa tempat batik atau kaos pilihannyalah yang paling bagus dan murah. Kalau yang disana mahal-mahal mba, ini yang disini saja. Hmm&#8230;terserah saya deh ya pak mau masuk ke toko yang mana, lagian saya juga ngga akan beli kok&#8230;cuma liat-liat aja&#8230;oke?! Lalu bagaimana ketika kita ingin turun di tempat yang berbeda dari tempat kita naik tadi (walaupun sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat saya naik tadi)? Yak, ternyata pak becak akan minta tambahan uang karena katanya jadi lebih jauh. Sebenarnya kalau saja pak becak tidak meminta tambahan uang, saya pasti akan memberi tambahan (dengan ikhlas)&#8230;namun ketika pak becak minta tambahan lebih besar (dari yang akan saya berikan) jadinya kok sebal juga ya sama tukang becak. Hmm.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-213" title="kampung ngasem" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/07/100_0977-edit.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p>Hari sabtu-minggu, Yogya benar-benar ramai. Daerah malioboro benar-benar penuh sesak dengan turis lokal dan asing. Yaa, sepanjang mata memandang, baru kali ini saya melihat Yogya ramai dengan turis asing. Mungkin bulan ini adalah musim liburan bagi mereka sehingga hampir semua sudut pasti terlihat turis asing. Ada bule naik becak, bule naik andong, bule jalan di malioboro, bule di mall, bule di alun-alun selatan dan utara, bule di mana-mana! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Banyak diantara mereka yang jalan bersama pacarnya, keluarganya ataupun pacar/istri lokalnya atau bule cewek yang diantar guide (cowok) lokal. Jadi selain Bali dan Lombok yang ramai turis asing, Yogya juga sudah mulai ramai dengan turis mancanegara (atau jangan-jangan hanya saya saja yang baru lihat Yogya ramai dengan bule yaa <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ).      </p>
<p>Rencananya hari ini saya ingin makan gudeg yu djum di daerah winjilan. Ternyata saya sudah kehabisan&#8230;waah, sebegitu enaknya kah sampai belum jam 12 siang si gudeg sudah habis? Mungkin ada yang pesan satu kuali kali yaa! Akhirnya saya coba gudeg lain di daerah situ juga. Penasaran dengan gudeg yu djum, yang katanya enak, saya berencana untuk ke kaliurang (rumah yu djum) besok siang. Katanya gudeg yu djum ada dua cabang di yogya, satu di daerah winjilan, satu lagi di rumahnya di kaliurang km 4,5.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-211" title="pabrik bakpia" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/07/100_1034-edit.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p>Setelah makan, saya pergi ke pusat pembuatan bakpia 25. Salah satu yang khas dari Yogya selain gudeg adalah bakpia, oleh-oleh wajib bagi mereka yang dari Yogya. Kalau gudeg diasosiasikan dengan nama si penjual, misal gudeg yu djum, gudeg bu widodo, gudeg hj. rini, dll maka bakpia diasosiasikan dengan nomor. Ada beberapa macam bakpia disini, misal bakpia 25, bakpia 75, bakpia 77, bakpia 55, dll. Kenapa bakpia diasosiasikan dengan nomor? Ini yang belum sempat saya tanyakan. Mungkin biar lebih mudah untuk diingat ya? Tapi kalau saking banyaknya series nomor bakpia yang ada, jadi lupa dulu makan bakpia yang enak yang nomor berapa ya? Tapi sebenarnya ini semua sih kembali ke seberapa baiknya ingatan kita untuk mengingat nama ataupun nomor saja, iya kan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Sampai di pusat bakpia 25, saya ditanya mau melihat cara pembuatan bakpia di dapur mereka atau tidak. Tentu langsung saya iyakan. Dan saya diantar ke dapur mereka di belakang, disisi kanan diisi para pekerja pria dan disisi kiri diisi dengan pekerja wanita, masing-masing sedang duduk berbaris memanjang sibuk membentuk adonan bakpia dengan isi macam-macam, kacang ijo, keju, coklat, dll. Sempet sih terbesit kok mereka tidak menggunakan plastik (untuk membungkus tangan mereka) ya saat membuatnya, tapi mungkin justru dengan adonan langsung di ”umek-umek” (dibentuk menjadi bentuk bakpia) di tangan malah membuat bakpianya jadi enak yaa&#8230;hehehe!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amaharani.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amaharani.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amaharani.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amaharani.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amaharani.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amaharani.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amaharani.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amaharani.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amaharani.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amaharani.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amaharani.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amaharani.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amaharani.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amaharani.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amaharani.wordpress.com&amp;blog=9873039&amp;post=206&amp;subd=amaharani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amaharani.wordpress.com/2011/07/21/yogya-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aeec5e9327a1c1173db3263e14d4c217?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maharani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/07/100_1078-edit.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">alun-alun selatan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/07/100_1001-edit.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">belok kanan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/07/100_1052-edit1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">malioboro</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/07/100_0977-edit.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kampung ngasem</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/07/100_1034-edit.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pabrik bakpia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Ikhlas</title>
		<link>http://amaharani.wordpress.com/2011/06/30/belajar-ikhlas/</link>
		<comments>http://amaharani.wordpress.com/2011/06/30/belajar-ikhlas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jun 2011 10:19:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maharani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thought]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amaharani.wordpress.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang manusia begitu banyak rencana dan harapan. Harapan yang besar terkadang menyakitkan jika yang terjadi tidak sesuai dengan harapan tersebut. Makanya ada pepatah hope for the best, prepare for the worst. Ketika semua orang berlomba untuk menetapkan rencana dan harapan, saya berpikir kedalam. Apa saja yang mereka rencanakan dan harapkan. Seorang bapak/ibu pasti merencanakan apapun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amaharani.wordpress.com&amp;blog=9873039&amp;post=200&amp;subd=amaharani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terkadang manusia begitu banyak rencana dan harapan. Harapan yang besar terkadang menyakitkan jika yang terjadi tidak sesuai dengan harapan tersebut. Makanya ada pepatah <em>hope for the best, prepare for the worst</em>.</p>
<p>Ketika semua orang berlomba untuk menetapkan rencana dan harapan, saya berpikir kedalam. Apa saja yang mereka rencanakan dan harapkan. Seorang bapak/ibu pasti merencanakan apapun yang terbaik untuk anak-anaknya. Seorang mahasiswa yang sedang menyelesaikan studinya pasti akan merencakan pekerjaan yang diimpikannya. Seorang karyawan yang giat bekerja pasti akan merencanakan kariernya, baik di perusahaan saat ini ataupun perusahaan selanjutnya. Seorang laki-laki atau perempuan dewasa pasti akan merencakan menikah dengan seseorang yang menjadi belahan jiwanya. Sepasang suami istri pasti akan merencakan memiliki momongan sebagai pelengkap keluarga kecilnya. Dan seterusnya&#8230;.dan seterusnya&#8230;.</p>
<p><span id="more-200"></span><img class="aligncenter size-medium wp-image-201" title="ikhlas" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/06/dsc_2379-edit.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p>Pernahkah kita tidak berencana?</p>
<p>Pernahkah kita tidak berharap?</p>
<p>Rasanya hampir setiap waktu dalam hidup kita, kita terus berencana dan berharap bukan? Apa yang terjadi ketika apa yang kita rencanakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada? Bagi mereka yang mengerti, pasti mereka akan mencoba ikhlas dan menerima segala kenyataan yang terjadi. Karena sesungguhnya segala sesuatu terjadi hanya karena Allah Swt. Jika Allah mengijinkan maka akan terjadi, jika tidak&#8230;mungkin Allah menundanya untuk waktu yang tepat di masa depan. Ketika seseorang merencanakan ingin menikah secepatnya namun belum menemukan jodohnya, maka bersabarlah pasti Allah punya rencana yang terbaik untuknya. Mungkin kekasih yang sekarang bukan yang terbaik untuk dijadikan suami/istri, maka nanti pasti Allah akan memberikan kekasih yang terbaik tepat pada waktunya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Begitu juga dengan memiliki anak. Manusia hanya tahu dan berusaha bahwa anak adalah buah cinta sepasang suami istri. Namun Allah lah yang menentukan kapan kita akan dititipkan seorang anak. Setiap kali saya ditanya, sudah hamil belum? (oleh keluarga, khususnya) rasanya pengen teriak&#8230;. woiiiiiii, ada pertanyaan lain ngga? *langsungsensi* hahaha&#8230; Jujur, saya ingin segera memiliki anak tapi kalau saat ini belum diberi, masa saya mau marah-marah sama Allah&#8230;kan malu&#8230;. yaa, berpikir positif aja sama Allah&#8230; Allah pasti akan memberi di waktu yang paling tepat buat kita *talktoself*. Pasti lah ada yang nanya, udah ke dokter belum? Atau ngga&#8230;.ke dokter A aja, dia manjur looh&#8230;.semua sodara ke dokter A langsung pada hamil. *irisbawangbombay* *irisbawangmerah* Saya tahu, selain berdoa kita juga harus berupaya. Ke dokter mungkin menjadi salah satu upaya bagi pasangan agar bisa segera diberi momongan. Tapi kalo saya masih ingin mencoba secara alami, kan ngga salah yaa? ngga kaan? nah, pas udah nyoba tanya ke dokter (pilihan saya), dokternya malah bilang SABAR aja yaa dan ngga diperiksa apa-apa loh&#8230;.wuaaa, dokternya masih percaya sama saya&#8230;.  *senyumlebar* *senyumbahagia*  </p>
<p>In a way, saya percaya bahwa semua sudah ditakdirkan oleh Allah. Jodoh, rezeki, maut semua sudah ada garisannya. Bahkan ketika seseorang tidak menikah ataupun tidak memiliki anak, pasti sudah merupakan suratan takdir dari Allah. Tinggal bagaimana kita menjalaninya dengan ikhlas dan bahagia. Tapi tetep, berencana dan berharap sih harus wajib kudu terus dilakukan supaya hidup ada tujuan dan semangat. In the end, berserah diri pada Allah alias Ikhlas. Sebuah kata yang mudah diucapkan tapi tidak mudah dilakukan. Belajar ikhlas ah mulai dari sekarang. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amaharani.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amaharani.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amaharani.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amaharani.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amaharani.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amaharani.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amaharani.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amaharani.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amaharani.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amaharani.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amaharani.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amaharani.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amaharani.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amaharani.wordpress.com/200/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amaharani.wordpress.com&amp;blog=9873039&amp;post=200&amp;subd=amaharani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amaharani.wordpress.com/2011/06/30/belajar-ikhlas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aeec5e9327a1c1173db3263e14d4c217?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maharani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/06/dsc_2379-edit.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ikhlas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Handil, Kaltim</title>
		<link>http://amaharani.wordpress.com/2011/05/14/handil-kaltim/</link>
		<comments>http://amaharani.wordpress.com/2011/05/14/handil-kaltim/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 May 2011 08:12:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maharani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amaharani.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Saya belum pernah dengar tentang Handil sebelumnya. Mario lah yang menceritakan pada saya tentang Handil. Handil adalah salah satu nama daerah di pulau Kalimantan, tepatnya Kalimantan Timur. Menuju kesana membutuhkan waktu sekitar 4 jam dari Jakarta. Dua jam perjalanan udara dari Jakarta ke Balikpapan. Kemudian dilanjutkan perjalanan darat dua jam menuju handil. Dari Balikpapan menuju Handil saya berencana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amaharani.wordpress.com&amp;blog=9873039&amp;post=192&amp;subd=amaharani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya belum pernah dengar tentang Handil sebelumnya. Mario lah yang menceritakan pada saya tentang Handil. Handil adalah salah satu nama daerah di pulau Kalimantan, tepatnya Kalimantan Timur. Menuju kesana membutuhkan waktu sekitar 4 jam dari Jakarta. Dua jam perjalanan udara dari Jakarta ke Balikpapan. Kemudian dilanjutkan perjalanan darat dua jam menuju handil. Dari Balikpapan menuju Handil saya berencana untuk naik angkutan umum seperti minibis dari depan bandara Sepinggan.</p>
<p><span id="more-192"></span>Mengunjungi Handil sudah menjadi agenda saya sejak beberapa waktu lalu namun belum menemukan waktu yang tepat untuk berangkat. Akhirnya ketika kesempatan itu datang, rasa penasaran saya tentang Handil terbayarkan&#8230;.hehehe. Perjalanan saya dimulai dengan penerbangan menuju Balikpapan dan dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Handil. Dari Balikpapan menuju Handil menggunakan minibis Colt dengan tarif 30 ribu. Perjalanan berkelok-kelok dan naik-turun cukup membuat saya terjaga dan memperhatikan pemandangan selama perjalanan. Balikpapan yang terkenal dengan tambang batu bara dan <em>oil &amp; gas</em> merupakan daerah yang ramai dengan para pekerja. Beberapa meter dari bandara terlihat banyak pekerja dengan seragam perusahaan masing-masing. Perjalanan darat selama dua jam ini menyusuri daerah pesisir pantai. Sepanjang perjalanan terlihat rumah penduduk yang agak tinggi dari tanah dan terbuat dari kayu. Rumah di daerah sini rata-rata terbuat dari kayu karena daerah yang dekat dengan pesisir pantai sehingga apabila terjadi air pasang maka air tidak akan membanjiri rumah mereka. Perjalanan darat menuju Handil ternyata cukup membuat lelah sehingga ketika sore hari sampai di penginapan saya langsung tepar. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Ada apa di Handil?</strong></p>
<p><strong>Makanan </strong></p>
<p>Sepanjang jalan di Handil ramai dengan mereka yang berjualan. Hampir setiap rumah disana membuka usaha seperti toko kelontong, rumah makan, gerobak makanan, jual hp dan voucher, penginapan, dsb. Ada juga pasar basah, sayur &amp; buah dan beberapa yang berjualan baju. Selama lima hari disana saya mencicipi semua tempat makan yang menurut mario populer disana. Diantaranya pecel ayam Joko tingkir, mie ayam Anda dan masakan padang Minang asli. Tiga masakan inilah yang rasanya paling lumayan menurut saya&#8230;.hehe. Satu hal lagi, mungkin karena disini adalah daerah pekerja yang mana porsi makan nasi mereka hampir segunung, saya pun disuguhi porsi nasi yang sama banyaknya. Tadinya sempat bingung bakal habis ngga nih nasi segini. Ternyata oh ternyata karena mungkin saya juga sedang lapar <del>berat</del> jadinya porsi nasi segunung tadi habis juga&#8230;.hehehe.       </p>
<p><strong>Pelabuhan Handil</strong></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-193" title="pelabuhan" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/05/img00794-20110506-1641.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>Ketika hari menjelang sore, saya menyempatkan diri untuk berkeliling daerah sini. Tidak jauh dari penginapan ada pelabuhan Handil, tempat bersandarnya kapal-kapal yang akan membawa muatan batu bara atau yang lainnya. Sore hari di pelabuhan ternyata cukup ramai juga. Saya melihat beberapa Ibu yang sedang membawa anak kecilnya untuk sekedar melihat atau menikmati pemandangan disini, begitupun bapak yang yang membawa anaknya. Ada pula beberapa anak remaja yang mengendarai motor bercengkrama dengan teman-temannya disini. Bahkan ada yang hanya sekedar lewat dengan motor mereka untuk kemudian pulang lagi. Yaa, pelabuhan sudah menjadi tempat jalan-jalan sore atau sekedar hiburan sore hari mereka.   </p>
<p><strong>Jembatan Dondang</strong></p>
<p>Jembatan yang menghubungkan Handil menuju Samarinda ini merupakan jembatan yang terpanjang yang ada di Kalimantan. Saya diantar mario melihat jembatan dondang di malam hari naik motor. Ternyata malam hari di jembatan dondang ramai betul. Banyak motor-motor yang berhenti dan berjejer di jembatan. Saya pikir ngapain mereka malam-malam duduk di jembatan (maksutnya di trotoarnya yaa). Oh ternyata oh ternyata. Kalau malam hari di jembatan dondang ini juga dipakai sebagai tempat untuk para muda-mudi pacaran. Pacaran gelap-gelapan euy. Haduh. *tutupmata*</p>
<p>Sayang sekali karena kami pergi kesana malam hari jadi tidak bisa bernarsis ria di jembatan dondang ini. Padahal bagus looh. Tapi tidak bisa memotret jembatan terbayarkan dengan bermotor ria bersama mario ditemani cahaya bintang di langit. Penuh bintang. ;)    </p>
<p><strong>Pasar Malam  </strong></p>
<p>Pasar malam yang ada setiap malam minggu ini digelar di lapangan luas yang kosong. Ketika malam minggu lapangan kosong ini berubah tempat menjadi pasar malam yang ramai dengan pedagang yang menggelar dagangannya di atas rumput. Hampir semua orang yang ada disini tumpah ruah di pasar malam ini seakan tidak mau ketinggalan kemeriahan pasar malam ini. Saking ramainya bisa disebut sebagai pasar senggol juga karena setiap jalan selalu bersenggolan dengan yang lain&#8230;.hehe. Semua dagangan kaki lima digelar di pasar ini. Mulai dari baju, celana, peralatan rumah tangga, sepatu, dan lain-lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amaharani.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amaharani.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amaharani.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amaharani.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amaharani.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amaharani.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amaharani.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amaharani.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amaharani.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amaharani.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amaharani.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amaharani.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amaharani.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amaharani.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amaharani.wordpress.com&amp;blog=9873039&amp;post=192&amp;subd=amaharani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amaharani.wordpress.com/2011/05/14/handil-kaltim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aeec5e9327a1c1173db3263e14d4c217?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maharani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/05/img00794-20110506-1641.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pelabuhan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Novel 9S10A dan kisah bapak</title>
		<link>http://amaharani.wordpress.com/2011/05/08/novel-9s10a-dan-kisah-bapak/</link>
		<comments>http://amaharani.wordpress.com/2011/05/08/novel-9s10a-dan-kisah-bapak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 May 2011 05:02:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maharani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amaharani.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Novel 9 Summers 10 Autumns: dari kota apel ke the big apple baru selesai saya baca. Ada sesuatu dari buku ini yang ingin langsung saya tulis karena mengingatkan saya akan kisah bapak. Buku ini bercerita tentang perjalanan hidup seseorang yang penuh perjuangan di masa sekolah hingga akhirnya bisa menjadi seorang yang sukses di bidangnya. Membaca [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amaharani.wordpress.com&amp;blog=9873039&amp;post=188&amp;subd=amaharani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Novel 9 Summers 10 Autumns: dari kota apel ke the big apple baru selesai saya baca. Ada sesuatu dari buku ini yang ingin langsung saya tulis karena mengingatkan saya akan kisah bapak. Buku ini bercerita tentang perjalanan hidup seseorang yang penuh perjuangan di masa sekolah hingga akhirnya bisa menjadi seorang yang sukses di bidangnya. Membaca buku ini mengingatkan saya akan kisah perjuangan bapak saya jaman sekolah dulu. Kisah yang hampir sama dengan kisah penulis di masa kecilnya.</p>
<p><span id="more-188"></span>Sekelumit cerita tentang bapak. Bapak saya anak keenam dari tujuh bersaudara. Nenek saya meninggal ketika bapak masih SD karena sakit. Hidup bapak sekeluarga cukup memprihatinkan saat itu dan kakek sendirian berjuang membesarkan ketujuh anaknya. Pernah suatu kali bapak bercerita bagaimana ketika kecil dulu untuk makan saja mereka kesusahan. Bisa dalam sehari hanya makan jagung atau singkong saja karena tidak punya uang. Ketika kecil bapak tidak pernah membeli mainan atau apapun seperti anak kecil lainnya, karena bapak tahu bahwa untuk bisa hidup saja mereka harus sangat berjuang sehingga bapak tidak mau membebankan apapun pada orangtua. Bapak sangat serius dengan sekolahnya, sepulang dari sekolah bapak selalu belajar dan mengulang kembali pelajaran di sekolah. Buku adalah teman terdekat bapak saat itu. Bapak suka sekali baca buku. Dimanapun kapanpun bapak selalu membawa buku bersamanya. Ketekunan dan semangat bapak sekolah tidak sia-sia, bapak selalu berhasil mendapat ranking pertama di sekolahnya.</p>
<p>Penulis berkisah bagaimana pada waktu dulu mereka sekeluarga hidup dalam kesederhanaan yang kadang membuat pedih. Tak ada boneka, mobil-mobilan, sepeda, les, bahkan minta buku pelajaran pun harus diseleksi. Ketika teman-temannya mengajak berenang ataupun nonton bioskop, makan diluar atau pergi jalan-jalan maka mereka hanya bisa tinggal di rumah. Mereka juga sering tidak hadir di pesta ulang tahun karena malu, tidak bisa membawa kado. Tiba-tiba saya teringat sesuatu. Pada waktu SMA dulu, saya pernah minta ijin pada bapak untuk pergi ke acara ulang tahun teman di sebuah café. Ketika itu raut muka bapak tampak tidak senang saya pergi, sehingga akhirnya saya tidak pergi ke acara ulang tahun. Di lain kesempatan, bapak bercerita bagaimana dulu bapak tidak pernah pergi jalan-jalan dengan temannya ataupun jika ada yang mengundang acara ulang tahun di rumah teman, bapak tidak pernah datang karena malu, tidak bisa membawa kado. Duh, sedih saya mendengarnya. Walaupun terkadang saya merasa sedih karena tidak diperbolehkan pergi dengan teman-teman ataupun sekedar nonton bioskop, atau pergi ke acara ulang tahun teman namun pada akhirnya saya mencoba berpikir positif saja. Bapak selalu mengajarkan kesederhanaan pada kami dan hidup sesuai kemampuan. Tidak pernah bapak terlalu berlebihan pada anak-anaknya bahkan sampai saat ini. Walaupun mungkin bapak bisa saja memenuhi apa yang kami inginkan tetapi bapak lebih memilih untuk membeli sesuatu sesuai kebutuhan saja. Jika ada uang lebih, bapak mengajarkan pada kami untuk bisa membaginya pada saudara atau orang lain yang lebih membutuhkan. Kesederhanaan dan ingin selalu berbagi pada sesama adalah dua hal yang sangat saya ingat dari bapak sejak saya kecil hingga sekarang. Saya tahu bahwa apa yang dialami bapak di masa lalunya tidak mudah. Bapak berjuang agar bisa selalu sekolah karena bapak percaya bahwa dengan pendidikan maka bapak bisa mengubah nasibnya. Dan yaa bapak berhasil. Lulus SMA bapak diterima di kampus negeri Jember jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Ketika lulus kuliah bapak sempat bekerja di perkebunan namun takdir membawa bapak pindah haluan ke perbankan. Alhamdulillah bapak bisa menapaki karirnya di perbankan dengan sukses hingga saat ini.</p>
<p>Penulis sendiri berhasil dengan sekolahnya dan ketika SMA ia selalu berada di peringkat pertama di kelasnya. Hal ini membuat ia berhasil mendapatkan PMDK di IPB jurusan Statistika. By the way busway, saya juga lulusan Statistika IPB loh….ehem <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Ternyata penulis adalah senior saya di IPB. Wah, makin bangga deh sama anak statistik…..hehehe. Bedanya saya dengan penulis, dia adalah lulusan terbaik fakultas MIPA tahun 1997, sedangkan saya…lulus dengan nilai lumayan laah…hihihi. Keseriusan belajar penulis membuatnya berhasil menjadi yang terbaik se-fakultas sehingga tidak kaget akhirnya ia cepat mendapat pekerjaan sesuai bidangnya sebagai statistician. Semangatnya ingin membantu orangtua dan meringankan beban keluarga membuat penulis selalu berusaha mencari yang terbaik dalam pekerjaannya. Hingga akhirnya mendapat kesempatan untuk bekerja di luar negeri dan memiliki jabatan yang membanggakan bagi seorang anak negeri. Sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar hingga akhirnya penulis memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya di Batu, Malang.</p>
<p>Saya salut dengan semangat dan perjuangan penulis hingga akhirnya ia bisa sukses seperti sekarang. Tentunya hal ini menjadi cambuk semangat bagi saya untuk selalu berjuang dalam hidup. Menggapai cita-cita. Meraih mimpi. Dalam segala hal. Saya yakin saya bisa mengikuti jejak suksesnya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amaharani.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amaharani.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amaharani.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amaharani.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amaharani.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amaharani.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amaharani.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amaharani.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amaharani.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amaharani.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amaharani.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amaharani.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amaharani.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amaharani.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amaharani.wordpress.com&amp;blog=9873039&amp;post=188&amp;subd=amaharani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amaharani.wordpress.com/2011/05/08/novel-9s10a-dan-kisah-bapak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aeec5e9327a1c1173db3263e14d4c217?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maharani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lombok</title>
		<link>http://amaharani.wordpress.com/2011/04/13/lombok/</link>
		<comments>http://amaharani.wordpress.com/2011/04/13/lombok/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 11:46:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maharani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amaharani.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Setelah Jawa timur dan Kalimantan timur yang kami kunjungi beberapa bulan lalu, bulan Maret kemarin saya dan mario main ke wilayah Indonesia bagian timur. Pulau Lombok, NTB yang terkenal dengan pantainya yang indah dan bersih menarik kami untuk mengunjungi tempat tersebut. Tiket dan penginapan sudah kami pesan secara online. Penginapan saya pilih di daerah Senggigi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amaharani.wordpress.com&amp;blog=9873039&amp;post=172&amp;subd=amaharani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah Jawa timur dan Kalimantan timur yang kami kunjungi beberapa bulan lalu, bulan Maret kemarin saya dan mario main ke wilayah Indonesia bagian timur. Pulau Lombok, NTB yang terkenal dengan pantainya yang indah dan bersih menarik kami untuk mengunjungi tempat tersebut. Tiket dan penginapan sudah kami pesan secara online. Penginapan saya pilih di daerah Senggigi, sesuai dengan rekomendasi seorang teman yang pernah menginap disana.</p>
<p><strong>Hari Pertama</strong></p>
<p>Kami berangkat dengan jadwal penerbangan pukul 09.00 dan sampai di kota Mataram sekitar pukul 12.00. Sampai di bandara kami disambut oleh teman kuliah saya, dewi, yang saat ini tinggal di Lombok dan teman kerja mario yang juga bermukim disana. Setelah kangen-kangenan sebentar dengan dewi, kami diantar teman mario menuju tempat penginapan di daerah Senggigi.</p>
<p><span id="more-172"></span>Sebelum menuju Senggigi kami diajak makan siang dulu di rumah makan taliwang irama. Dari referensi yang saya baca, kuliner yang patut dicoba di lombok adalah ayam taliwang dan plecing kangkung. Menurut teman kami, taliwang irama ini merupakan rumah makan paling enak dan terkenal disana. Wohoo..tak sabar ingin segera menyantap karena perut sudah mulai bersuara..hehe. Menu makan siang kami hari ini adalah ayam taliwang (bumbu sedang), plecing kangkung, beberok dan bebalung. Apa pula itu&#8230;.hahaha. Ternyata yang namanya beberok adalah istilah untuk sayur terong (yang bentuknya bulat, bukan terong ungu) yang dipotong kecil-kecil dan dicampur dengan ulekan sambal tomat. Sedang bebalung adalah potongan daging yang berkuah, semacam sop daging. Kalau plecing kangkung yaa sayur kangkung yang dicampur dengan bumbu seperti urap dan sambal tomat. Ayam taliwang, ayam yang dibakar dengan bumbu khas daerah sana. Rasanya lumayan lah, maklum lagi kelaparan&#8230;hehe. Namun untuk beberok agak kurang pas di lidah saya karena mungkin saya tidak terlalu suka dengan terong hijau :p Selesai makan kami melanjutkan perjalanan menuju penginapan.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-173" title="beberok dan plecing kangkung" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/04/dsc_2068_edit.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p>Dari kota Mataram menuju Senggigi butuh waktu sekitar 30 – 40 menit. Kami menginap di TBC Senggigi untuk selama 3 malam kedepan. Sampai di TBC sore hari dan kami langsung melepas lelah. TBC ini penginapan dengan konsep bungalow yang lebih menekankan unsur tradisional dan alami. Konsep tradisional dan alami terlihat dari bangunan bungalow yang terbuat dari kayu dan bambu. Kamar mandinya dibuat semi-terbuka, walaupun ada atap namun tembok tidak full menutup sampai atas. Jadi ketika mandi kita masih bisa merasakan udara segar dari luar. Menarik sih tapi buat saya ini malah bikin was-was&#8230;hahaha. Bayangin kalau lagi mandi tiba-tiba ada yang ngintip gitu, jadi malah ngerasa ngga aman&#8230;wkakakak. By the way, di TBC ini juga ada kamar untuk para backpacker. Ratenya Rp. 150 ribu per malam. Malam harinya kami berjalan menyusuri pantai senggigi sambil bersantai di salah satu cafe sekedar minum hangat dan mencoba spaghetinya.     </p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-177" title="pantai senggigi" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/04/dsc_2496_edit.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p><strong>Hari Kedua</strong></p>
<p>Untuk memudahkan transportasi kami selama di lombok, kami menyewa motor selama 2 hari. Sewa motor per hari sebesar Rp. 50.000. Hari ini kami berencana untuk pergi ke pulau gili. Ingin lihat pantainya yang katanya bersih banget. Lombok terkenal dengan tiga pulau gilinya: gili air, gili meno dan gili trawangan. Trawangan merupakan pulau yang terbesar dan lebih ramai dibanding yang lain. Gili trawangan menjadi pilihan kami. Dari senggigi menuju bangsal butuh waktu sekitar 45 – 60 menit menggunakan motor. Namun di perjalanan menuju kesana kami sempat berhenti beberapa kali untuk sekedar menangkap keindahan pantai lombok dengan kamera. Sampai di bangsal sekitar pukul 11 siang dan perjalanan dilanjutkan dengan perahu menyebrangi pulau. Tiket public boat dari bangsal menuju trawangan sebesar Rp. 10.000. Kapasitas perahu untuk 25 orang sehingga kami masih harus menunggu 20 orang lagi untuk berangkat. Ketika menunggu, beberapa penduduk lokal yang jualan souvenir seperti kalung dan topi menghampiri kami. Salah satu penjual topi malah sempat berbincang panjang lebar dengan mario. Cerita-cerita tentang lombok tentunya. Lucunya, walaupun ngobrol dengan kami (turis lokal) dia tetap menggunakan bahasa campur2 Indonesia Inggris seperti yang dia lakukan ke bule sebelumnya. Contohnya seperti ini: “mas, topinya mas buat di gili nanti. Yaa, need&#8230;no need sih. Sekarang sih no need tapi nanti disana need mas karena panas”. Hahaha&#8230;.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-175" title="scuba diving" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/04/dsc_2270_edit.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p>Setelah memenuhi kuota, akhirnya perahu kami berangkat menuju gili trawangan. Perjalanan butuh waktu sekitar 40 menit. Sampai di gili trawangan sekitar pukul 12 siang. Artinya kami hanya punya waktu sekitar 3 jam di gili untuk kembali lagi ke bangsal karena perahu terakhir ke bangsal adalah jam 3. Kalau mau bebas sih, bisa saja sewa boat untuk pulang lagi ke bangsal yang range harganya sekitar 150 – 300 ribu. Tapi kami pilih ikut yang public boat saja, cuma 10 ribu hehehe. Sesampai di gili trawangan&#8230;.wow pantainya kereeen banget&#8230;.lautnya biruuu banget, bahkan kedalaman laut dapat dilihat dengan gradasi warnanya, biru tua (lebih dalam) dan biru muda (dangkal). Pasirnya putih dan pantainya bersih. Dan satu lagi&#8230;.pantainya ramai dengan bule boo, bahkan hampir semua turisnya turis asing. Cuma saya dan mario yang turis lokal&#8230;.uhuy! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Sebelum bernarsis-ria kami menyempatkan untuk mengisi perut dulu dengan makan&#8230;.nasi goreng. Setelah itu foto-foto di pantai yang indah nan menawan. Puas dengan foto pantai&#8230;kami berkeliling pulau dengan sepeda. Di pulau gili trawangan ini hanya ada 2 kendaraan yaitu sepeda dan cidomo (atau biasa disebut dokar/andong). Sewa sepeda Rp 15 ribu per jam nya. Lalu kami berpapasan dengan sepasang bule yang sedang memotret, mario pun menawarkan diri untuk memotret mereka berdua. Kami sempat berkenalan sejenak dan ternyata mereka turis dari Rusia. Mereka tanya apakah kami orang Indonesia? Yes, we are. Dia sempat kaget loh karena dia pikir orang Indonesia hanya work, work dan work. Dan no time for holiday *eh, kok saya jadi kaya si tukang jualan souvenir tadi yaa..hahaha. Intinya, dia kaget ada orang Indonesia liburan karena setahu dia orang Indonesia selalu sibuk bekerja setiap harinya. Setelahitu, saya dan mario tidak berhenti tertawa ngebayangin ekspresi si bule tadi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-174" title="gili trawangan" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/04/dsc_2210_edit.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p>Setelah puas bersepeda dan waktu sudah menunjukkan pukul 3, kami bergegas menuju tempat pembelian tiket untuk kembali lagi ke bangsal. Perahu berangkat sekitar pukul setengah 4. Sampai di bangsal kami lanjut perjalanan dengan motor menuju penginapan dan sampai di senggigi sekitar pukul 6 sore.</p>
<p><strong>Hari Ketiga</strong></p>
<p>Hari ketiga rencananya kami ingin melihat pantai kuta yang letaknya di bagian timur Lombok. Namun kami urung kesana karena perjalanan menuju kuta butuh waktu sekitar 2 jam. Kemarin saja naik motor ke bangsal sekitar 2 jam PP sudah terasa capek, gimana kalau 4 jam *lapkeringet*. Akhirnya kami memutuskan untuk keliling kota Mataram saja. Selain karena ingin mengunjungi saudara jauh mario, saya juga janjian dengan dewi, sore harinya untuk menemani ke tempat oleh2. Setelah bersilahturahmi ke tempat saudara mario, ternyata dia menawarkan diri untuk menemani ke pasar cakranegara dan sekarbela. Memang dalam agenda saya, saya ingin mampir ke Cakranegara, pasar oleh2 dan kaos, dan Sekarbela, tempat yang terkenal dengan mutiaranya. Daerah sekarbela isinya jualan mutiara &amp; emas semua&#8230;dan harga-harganya lumayan mahal juga&#8230;hehe. Kami juga ditunjukkan tempat mutiara yang murah meriah di dekat mall Mataram, tapi emang sih yaa&#8230;yang namanya ada kualitas yaa ada uang. Harga di sekarbela lebih mahal karena memang mutiaranya punya kualitas lebih bagus&#8230;hehe. Di pasar cakranegara, kami ke tempat jualan kaos. Saya ingin beli kaos dengan gambar pulau lombok, namun tidak menemukan yang sesuai. Ada sih yang gambar pulau namun bahan kaosnya kurang halus, jadinya ngga jadi beli. Malah ternyata mario lah yang borong kaos&#8230;hohoho. Setelah selesai di cakranegara, kami mengisi perut di rumah makan kania. Rumah makan ayam taliwang yang terkenal setelah taliwang irama. Kebetulan juga letak rumah makan ini ada di cakranegara yang tidak terlalu jauh dari pasar. Menu kami ayam taliwang (bumbu pedas) dan plecing kangkung saja. Rasa bumbu dan pedasnya lebih terasa&#8230;hehe. Dewi menghampiri ke tempat makan dan menemani kami ke phoenix, tempat oleh2 yang menjual madu dan beraneka rasa dodol khas lombok. Sore harinya kami diajak kuliner salah satu makanan khas lombok lainnya yaitu sate bulayak. Sate yang terdiri dari campuran daging ayam, hati dan usus. Dan dimakan dengan semacam lontong (dengan bentuk lebih panjang dan diameter kecil), yang disana disebut bulayak. Rasanya&#8230;hmm, gimana yaa&#8230; yaa begitu laah&#8230;. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-176" title="sate bulayak" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/04/dsc_2538_edit.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p><strong>Hari Keempat</strong></p>
<p>Kembali ke Jakarta. Setelah sarapan kami habiskan waktu dengan santai-santai dan jepret-jepret pantai senggigi lagi. Akhirnya waktu berpisah dengan lombok tiba. Sebelum berangkat ke bandara, kami sempatkan untuk foto bersama dengan tim penginapan. Next, pulau Sumatra, Bangka Belitung dan Sulawesi&#8230;.tunggu kami&#8230;.hohohoho :D</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amaharani.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amaharani.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amaharani.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amaharani.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amaharani.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amaharani.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amaharani.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amaharani.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amaharani.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amaharani.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amaharani.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amaharani.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amaharani.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amaharani.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amaharani.wordpress.com&amp;blog=9873039&amp;post=172&amp;subd=amaharani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amaharani.wordpress.com/2011/04/13/lombok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aeec5e9327a1c1173db3263e14d4c217?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maharani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/04/dsc_2068_edit.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">beberok dan plecing kangkung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/04/dsc_2496_edit.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pantai senggigi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/04/dsc_2270_edit.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">scuba diving</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/04/dsc_2210_edit.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gili trawangan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/04/dsc_2538_edit.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sate bulayak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pulang kampung nih</title>
		<link>http://amaharani.wordpress.com/2011/02/12/pulang-kampung-nih/</link>
		<comments>http://amaharani.wordpress.com/2011/02/12/pulang-kampung-nih/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 08:05:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maharani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amaharani.wordpress.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Cerita jalan-jalan saya dan mario kali ini adalah pulang kampung mengunjungi eyang saya di Jember, Jawa Timur bulan oktober lalu. Eyang saya tinggal sendiri ditemani dengan seorang asisten laki-laki. Setelah ditinggal eyang putri hampir 2 tahun, eyang kakung selalu menyibukkan dirinya dengan segala kegiatan seperti berkebun, bertanam, kumpul dengan sesama lansia – bahkan ada pertemuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amaharani.wordpress.com&amp;blog=9873039&amp;post=153&amp;subd=amaharani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita jalan-jalan saya dan mario kali ini adalah pulang kampung mengunjungi eyang saya di Jember, Jawa Timur bulan oktober lalu. Eyang saya tinggal sendiri ditemani dengan seorang asisten laki-laki. Setelah ditinggal eyang putri hampir 2 tahun, eyang kakung selalu menyibukkan dirinya dengan segala kegiatan seperti berkebun, bertanam, kumpul dengan sesama lansia – bahkan ada pertemuan rutin setiap bulan, berkunjung ke rumah anak-anaknya, membaca, menulis, dan lain-lain.<br />
Perjalanan kesana ditempuh dengan naik pesawat ke Surabaya dilanjut dengan kereta mutiara timur menuju Banyuwangi. Pesawat Jakarta – Surabaya sekitar 1 jam, dari bandara menuju stasiun sidoarjo naik taksi sekitar 45 menit *kalo lancar*, kereta Sidoarjo – Jember sekitar 4 jam. Sampai di Jember sekitar sore hari, kami langsung menuju rumah eyang naik becak. Ehm, ternyata becaknya sudah tidak sebesar dulu ya *perasaan dulu cukup besar deh buat dua orang*&#8230;sekarang duduk berdua terasa sempit sekali ditambah dengan bawaan kami&#8230;hehe. Pak becak tampak ngos-ngosan menarik becaknya&#8230;maaf yaa pak, bawa 2 orang kaya bawa 4 orang <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-153"></span><br />
Begitu sampai di rumah, eyang sudah menunggu kami ternyata&#8230;. pertanyaan pertamanya, kok lama perjalanannya? Hihi&#8230;iyaa tadi ada mampirnya sebentar yang <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Setelah ngobrol-ngobrol dan melepas lelah sebentar, kami langsung mandi dan bersiap-siap untuk makan malam keluar bersama eyang. Kami makan ikan bakar yang tidak terlalu jauh dari rumah eyang bersama dengan sepupu saya yang tinggal disana. Setelah itu muter-muter keliling jember malam hari. Dan&#8230;mario pun penasaran ingin mampir ke Universitas Jember, tempat sepupu kembar saya kuliah&#8230; dan setelah kesampean, narsis duluu&#8230;hehehe&#8230;</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-154" title="univ jember" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/02/100_0146_edit.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p>Hari kedua disana, saya dan mario bersilaturahmi ke keluarga di Jember. Pertama ke saudara sepupu eyang (yang sedang sakit) di sebelah rumah, eyang imam &amp; eyang em. Lalu siangnya kami ke rumah bude saya yang saat itu sedang sakit juga. Kondisinya sudah agak lemah waktu itu, katanya sudah tidak kuat lama-lama duduk, inginnya rebahan saja. Ternyata tanggal 8 februari kemarin bude sudah tidak bersama kita lagi. Beliau sudah pergi untuk selamanya. Sedih mendengarnya. Semoga segala amal baik bude di dunia diterima Allah swt dan diampuni segala dosanya. Setelah dari rumah bude, kami mampir ke makam eyang putri. Hampir 2 tahun eyang putri meninggal dunia. Setiap kali eyang kakung bepergian (ke rumah anak-anaknya) pasti tidak mau lama-lama, paling lama ya 1 minggu. Eyang bilang kalau pergi lama-lama nanti pusara eyang putri siapa yang jaga. Lain waktu, alasannya nanti rumah jember dan tanamannya ngga ada yang beresin. Rupanya eyang selalu merasa kangen dengan rumahnya. Home sweet home, katanya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Sore harinya kami dan eyang naik becak menuju rumah pakde di perumahan gunung batu permai. Makan malam bersama di restoran seafood Legian, cumi goreng tepung, gurame goreng dan iga bakarnya maknyuss&#8230;hehe.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-161" title="eyang" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/02/100_0160_edit1.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></p>
<p>Hari ketiga. Pagi hari, saya dan mario jalan pagi keliling jember. Baru dua hari disana mario sudah mulai hapal setiap jalan di jember. Saya saja yang sudah beberapa kali kesana, masih ngga hapal banget&#8230;eh, mario yang baru pertama kali sudah hampir hapal semua alur jalan di kota ini *tepokjidat*. Kenapa yaa cewe itu susah banget berkompromi sama peta&#8230;hihi. Kata mario, jember kotanya kecil sih jadi gampang hapalnya&#8230; Whaaaat? *kecil aja saya ngga hapal, apalagi besar* <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  setelah itu kami sarapan di depot langganan bapak saya, depot jawa timur, rawon dan lontong cap go meh menjadi pilihan. Siangnya, kami jalan-jalan ke tanjung papuma bareng keluarga pakde. Letaknya agak jauh dari kota, mengarah ke selatan jember dan perjalanan lumayan jauh kesana. Begitu sampai pantai&#8230; Wow, indah sekali melihat pantai papuma ini. Karena lautnya yang dalam jadi tidak dibolehkan ada yang berenang di pantai itu. Pantainya bersih sekali, pasirnya putih, lautnya biru. Birunya laut begitu menggugah untuk&#8230;err&#8230;berfotoo <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Segarnya laut dan hembusan angin membuat kita betah lama-lama memandangnya. Rasanya tidak bosan melihat keindahan pantai papuma ini. Setelah puas bernasis ria, kami mengisi perut dengan ikan bakar hasil laut papuma, ikan patin, ikan bawal, ikan apalagi ya satunya.. walaupun agak lama menunggu di bakarnya si ikan, tapi kami cukup sabar menunggu sambil menikmati es kelapa muda segar&#8230;</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-155" title="tanjung papuma" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/02/100_0158_edit.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-156" title="indahnya laut" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/02/100_0274_edit.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p>Hari keempat. Pagi hari, saya dan mario berkeliling jember naik sepeda ontel milik eyang. Mario yang menggenjot&#8230;saya tinggal bonceng&#8230;hihihi. Tujuan pertama adalah stasiun kereta jember. Kami berencana untuk mencari tiket balik ke sidoarjo naik kereta mutiara timur. Setelah dapat tiket untuk esok hari, kami lanjut beli oleh-oleh di toko langganan, primadona. Proll tape, dodol, suwar-suwir, kripik tempe sudah ditangan. Tadinya mau lanjut muter-muter, namun berhubung yang genjot sudah kelelahan akhirnya kami memutuskan pulang saja&#8230;hehe. Makan siang bersama eyang di rumah, makan nasi jagung buatan eyang dengan lauk oseng tempe tahu dan sayuran <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Malam harinya kami diajak keluarga pakde keliling jember, karaokean, lalu makan malam di warung tera – ada sate kambing, nasi krawu &amp; arabian food. Nasi krawu, yang terdiri dari telur asin, irisan daging, abon, serundeng dan sambal ulek yang khas, menjadi pilihan makan malam kami. Maknyuss rasanya.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-157" title="nasi krawu" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/02/100_0318_edit.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p>Hari kelima. Sarapan di depot jawa timur (lagi). Pulang ke rumah, lanjut dengan ngobrol dan cerita-cerita sama eyang. Dapat petuah tentang kehidupan dan keluarga. Terimakasih yaa eyang, we really appreciate it. What a wonderful moment we had. Spent almost a week with him and i felt so happy and grateful. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
His word about family in javanese -&gt; M – A – A – N :<br />
Mong-kinemong (saling ngemong)<br />
Ajen-ngajeni (saling menghargai)<br />
Apuro-ngapuro (saling memaafkan)<br />
Nuju-prono (saling peduli)</p>
<p>Hari keenam. Kami berangkat ke sidoarjo naik kereta mutiara timur siang hari. Mampir ke rumah bude di sidoarjo dan menginap semalam disana. Keesokan harinya kami baru melanjutkan perjalanan dengan pesawat menuju jakarta. What a holiday!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amaharani.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amaharani.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amaharani.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amaharani.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amaharani.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amaharani.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amaharani.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amaharani.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amaharani.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amaharani.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amaharani.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amaharani.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amaharani.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amaharani.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amaharani.wordpress.com&amp;blog=9873039&amp;post=153&amp;subd=amaharani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amaharani.wordpress.com/2011/02/12/pulang-kampung-nih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aeec5e9327a1c1173db3263e14d4c217?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maharani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/02/100_0146_edit.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">univ jember</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/02/100_0160_edit1.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">eyang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/02/100_0158_edit.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tanjung papuma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/02/100_0274_edit.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">indahnya laut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/02/100_0318_edit.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">nasi krawu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Eat, eat &amp; eat</title>
		<link>http://amaharani.wordpress.com/2011/02/09/eat-eat-eat/</link>
		<comments>http://amaharani.wordpress.com/2011/02/09/eat-eat-eat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 09:45:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maharani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amaharani.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Setahun terakhir ini saya punya hobi baru: makan &#8230;hehe. Hobi baru saya ini berefek tidak terlalu baik untuk berat badan saya&#8230;which is my weight gain more&#8230;hehehe. Kata orang sih pertanda bahagia, tapi saya malah sedih setiap kali melihat timbangan&#8230;.hihihi. Kalau dulu makan karena kebutuhan dan belum begitu bisa membedakan rasa, karena semuanya tampak enak. Sekarang, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amaharani.wordpress.com&amp;blog=9873039&amp;post=130&amp;subd=amaharani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Setahun terakhir ini saya punya hobi baru: makan &#8230;hehe. Hobi baru saya ini berefek tidak terlalu baik untuk berat badan saya&#8230;<em>which is my weight gain more</em>&#8230;hehehe. Kata orang sih pertanda bahagia, tapi saya malah sedih setiap kali melihat timbangan&#8230;.hihihi.</p>
<p>Kalau dulu makan karena kebutuhan dan belum begitu bisa membedakan rasa, karena semuanya tampak enak. Sekarang, selain kebutuhan&#8230;saya juga mulai hunting makanan yang katanya enak dan sedikit mulai bisa merasakan makanan yang oke dan kurang oke <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Kesimpulannya sih hampir semua makanan itu enak&#8230;hehe. Apalagi kalau lagi lapar-laparnya&#8230;bisa ngamuk makannya <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-130"></span></p>
<p>Berikut beberapa makanan favorit saya yang enak dan murah meriah:</p>
<p><strong>1. Bebek Cabe Ijo Kaleyo</strong></p>
<p><strong><img class="aligncenter size-medium wp-image-183" title="bebek cabe ijo" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/02/04022011005.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></strong></p>
<p>Tempat: Jl. Waru Rawamangun</p>
<p>Harga: Rp. 16.000,-</p>
<p>Bebeknya digoreng garing dan sambal ijonya bikin tambah maknyuss. Dijamin bakalan meler karena pedasnya&#8230;hehe.</p>
<p><strong>2. Sate Domba Africa Gajah Mada</strong></p>
<p>Tempat: Arah mau ke ambas (dari Gatsu)</p>
<p>Harga: Rp. 35.000,-</p>
<p>Sate disajikan dalam bentuk potongan kecil-kecil, dan yang membuat beda adalah bumbunya. Bumbunya adalah sambal ulek disajikan dengan mayonaise. Sambal dicampur jadi satu dengan mayonaise. Mantaap.</p>
<p>Menu lain yang patut dicoba: Nasi goreng domba (harga Rp. 20.000,-)</p>
<p><strong>3. Sate Kambing Pak Ridwan</strong></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-184" title="sate kambing" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/02/31012011006.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>Tempat: Warung tenda di Otista</p>
<p>Harga: Rp. 22.000,-</p>
<p>Sate kambingnya empuk dan cukup besar. Dimakan bersamaan dengan bumbu kecap, bawang, tomat dan cabe rawit. Maknyuss.</p>
<p><strong>4. Bakso Apotik Rini </strong></p>
<p>Tempat: Depan apotik rini Rawamangun</p>
<p>Harga: Rp. 10.000,-</p>
<p>Baksonya gepeng, halus ditambah sambal pedas yang berwarna oranye. Enaak.</p>
<p><strong>5. Bubur Ayam Bakmi Golek</strong></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-186" title="bubur ayam" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/02/img00609-20110213-20031.jpg?w=655" alt=""   /></p>
<p>Tempat: Jl. Dewi Sartika</p>
<p>Harga: Rp. 14.000,-</p>
<p>Walaupun harga si bubur termasuk mahal tapi sepadan dengan topping yang penuh dan rasa bubur yang enak. Topping terdiri dari irisan ayam, irisan ayam asin, irisan cakue, pangsit kecil-kecil, daun bawang dan seledri. Yummy.</p>
<p><strong>6. Gado-gado Bonbin</strong></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-185" title="gado-gado" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/02/28022011002.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>Tempat: Cikini</p>
<p>Harga: Rp. 21.000,-</p>
<p>Bumbu yang berbeda membuat cita rasa gado-gado lebih enak.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>Segitu dulu deh listnya. Baru nulis segitu aja udah nelen ludah berapa kali ini <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yang tertarik, silahkan dicoba langsung <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amaharani.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amaharani.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amaharani.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amaharani.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amaharani.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amaharani.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amaharani.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amaharani.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amaharani.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amaharani.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amaharani.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amaharani.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amaharani.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amaharani.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amaharani.wordpress.com&amp;blog=9873039&amp;post=130&amp;subd=amaharani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amaharani.wordpress.com/2011/02/09/eat-eat-eat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aeec5e9327a1c1173db3263e14d4c217?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maharani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/02/04022011005.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bebek cabe ijo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/02/31012011006.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sate kambing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/02/img00609-20110213-20031.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bubur ayam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/02/28022011002.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gado-gado</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ada Apa di 2011?</title>
		<link>http://amaharani.wordpress.com/2011/01/16/ada-apa-di-2011/</link>
		<comments>http://amaharani.wordpress.com/2011/01/16/ada-apa-di-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jan 2011 15:47:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maharani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amaharani.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Selamat tahun baru 2011. Rasanya waktu berjalan dengan cepat. Rasanya belum berbuat sesuatu yang berarti di tahun sebelumnya dan sekarang sudah berganti tahun lagi. Saya merenung tentang masa lalu. Ada apa di masa lalu? Apakah dengan mengalaminya saja sudah cukup menambah pengalaman? Tidak rasanya. Namun, bagaimana kita bersikap atas apa yang terjadi dan dapat mengambil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amaharani.wordpress.com&amp;blog=9873039&amp;post=121&amp;subd=amaharani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-122" title="merangkai hidup" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/01/dsc_0407.jpg?w=300&#038;h=214" alt="" width="300" height="214" /></p>
<p>Selamat tahun baru 2011. Rasanya waktu berjalan dengan cepat. Rasanya belum berbuat sesuatu yang berarti di tahun sebelumnya dan sekarang sudah berganti tahun lagi. Saya merenung tentang masa lalu. Ada apa di masa lalu? Apakah dengan mengalaminya saja sudah cukup menambah pengalaman? Tidak rasanya. Namun, bagaimana kita bersikap atas apa yang terjadi dan dapat mengambil pelajaran dari setiap hal yang kita alami pasti akan lebih menambah makna hidup ini.</p>
<p><span id="more-121"></span>Pernahkah berpikir bahwa andai saja bisa memutar balik waktu, anda ingin melakukan yang terbaik untuk sekolah atau kuliah atau pertemanan atau apapun itu di masa lalu? Pernahkah berpikir bahwa jika pada waktu itu anda bersikap seperti yang anda inginkan saat ini maka semuanya akan menjadi lebih baik? Pernahkah anda menyesali apa yang telah terjadi di masa lalu? Mungkin semua orang pernah. Mungkin juga tidak, dengan menganggap bahwa yang telah terjadi ya memang harus terjadi. Ada yang bilang, kalau masa lalu adalah kenangan. Jangan terlalu sering melihat ke belakang karena akan menghambat kita untuk maju ke depan. Ada juga yang mengistilahkan seperti ini, ketika kita menyetir mobil maka kita harus selalu melihat ke depan, dan hanya sesekali melihat ke spion untuk melihat kondisi belakang. Masa kini adalah ketika kita mengendarai mobil tersebut. Masa depan adalah jalanan di depan kita yang harus selalu kita lihat dan pastikan bahwa kita berada di arah yang sesuai dengan tujuan. Sedangkan masa lalu adalah spion mobil, sesekali kita perlu melihat masa lalu untuk mengingatkan apa yang telah kita jalani namun tidak dapat melihatnya terus-menerus karena kita akan kehilangan arah (masa depan). Yup, masa lalu hanya perlu ditengok sesekali, masa depan lah yang harus dilihat terus-menerus, dengan tetap berada dan memberikan yang terbaik di masa kini. :) </p>
<p>Saya terdiam di kesunyian malam pergantian tahun. Entah kenapa, pikiran saya mulai melayang ke masa-masa lalu. Saya memutar kembali memori tahun lalu, bahkan beberapa tahun lalu, apa saja yang telah saya lalui dan pelajari selama beberapa tahun belakangan. Saya memutarnya jauh ke belakang&#8230;.sampai waktu dimana saya memulai kuliah di kota hujan. So, here we go&#8230;</p>
<p><strong>Tahun 2000 – 2004</strong>. Masa kuliah. Waktu itu sepertinya saya hanya menjalankan apa yang harus saya jalani saja tanpa ada target, kuliah – lulus – dengan nilai yang lumayan lah. Saat ini saya berpikir, mengapa tidak men-set nya dengan lebih baik seperti, “kuliah dengan serius – lulus – dengan nilai IPK 3,5” <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Walaupun tampaknya saya cukup serius dengan kuliah saya, namun sepertinya ada hal yang lebih penting lagi yaitu bagaimana kita men-set pikiran untuk bisa mendapat hasil yang terbaik. Misalnya nih, set pikiran saya waktu itu adalah, “yang penting lulus dari mata kuliah tersebut, nilai C tidak apa-apa asalkan tidak mengulang”. Ini set-up yang salah sepertinya&#8230;.hehehe. Harusnya nih: “saya harus lulus dari mata kuliah tersebut dengan nilai A atau minimal A-“. Pasti deh IPK saya bakalan bagus terus <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . <strong>Moral of the story</strong>: “Lakukan yang terbaik untuk kuliah anda. Kalau tidak sesuai, coba dibuat senang dan hadapi saja dengan tetap memberikan yang terbaik. Set-up pikiran anda dengan target yang maksimal”.      </p>
<p>Hidup adalah proses. Hidup adalah pengalaman. Hidup adalah pembelajaran. Dari yang tadinya tidak tahu menjadi tahu. Dari yang tadinya lemah menjadi kuat. Dari yang tadinya tidak berani menjadi berani. Dari yang tadinya tidak percaya diri menjadi percaya diri. Dan seterusnya. Harapannya adalah semakin dewasa, kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Lalu menjadi pribadi seperti apakah kita saat ini? Saya melihat ke dalam diri saya. Seperti apa saya waktu dulu. Pribadi yang pendiam, jika bertemu dengan seorang yang memiliki “frekuensi” yang sama maka saya bisa banyak bicara dengannya. Namun jika tidak sesuai “frekuensi” nya maka saya akan lebih banyak diam dan mendengarkan. Kurang berani dalam mengambil keputusan. Lebih sering “berhati-hati” daripada mencoba. Rasanya tidak akan ada habisnya mencari hal yang kurang dari diri kita di masa lalu. Tapi saya tahu bahwa yang terjadi di masa lalu adalah semata-mata proses untuk menjadikan diri kita lebih baik di masa depan. Pribadi saya saat ini? Ehm. Perbaikan dari masa lalu tentunya&#8230;.hehehe. <strong>Moral of the story</strong>: “Jangan pernah takut untuk mencoba. Jangan pernah takut untuk mengambil keputusan. Jangan pernah takut untuk gagal”.</p>
<p><strong>Tahun 2005 – 2009</strong>. Masa bekerja. Rasanya bekerja adalah tahapan selanjutnya ketika kita lulus kuliah. Ya, tahapan secara umum yang saya pahami adalah, sekolah – kuliah – bekerja – (kemungkinan melanjutkan kuliah lagi) –  menikah – punya anak. Hmm, mungkin lebih seru yaa bagi mereka yang tidak selalu berada dalam jalur yang umum. Misalnya selesai kuliah, bekerja di luar negeri, travelling, melanjutkan sekolah, (pindah) bekerja lagi, menikah, travelling lagi&#8230;kuliah lagi&#8230; <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Bekerja mengajarkan saya bahwa mencari uang bukanlah hal yang mudah, *yaa-iya-laah* kalau mudah sih semua orang sudah kaya raya pastinya&#8230;hehehe. Beberapa kali saya pindah kantor dalam rentang waktu 5 tahun, namun masih dalam satu perusahaan induk. Pengalaman bekerja di sebuah perusahaan yang baru merintis, skala kecil dan menengah membuat saya belajar banyak <span style="text-decoration:line-through;">tentang kesusahan</span>. Perusahaan A: susahnya mencari project/klien. Perusahaan B: susahnya mengubah culture perusahaan yang ada, susahnya mengubah budaya kerja karyawan, susahnya restrukturisasi. Perusahaan C: susahnya menjalankan perusahaan baru (akuisisi perusahaan yang pernah ada), susahnya menerapkan sistem, dan lain sebagainya. Apapun itu bentuknya, saya belajar dari ketidaksempurnaan untuk mendekati sempurna (karena tidak ada yang sempurna di dunia ini). Bekerja harus lah sesuai dengan hati dan passion kita. Dengan mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan kemampuan dan kesenangan kita maka hasil yang diperoleh pun bisa maksimal. Kebayang kan gimana jadinya kalau kita tidak menyenangi apa yang kita kerjakan&#8230;.hehehe. <strong>Moral of the story</strong>: “Bekerja lah sesuai dengan apa yang menjadi kompetensi dan passion anda”.                            </p>
<p><strong>Tahun 2006 – 2008</strong>. Memori selanjutnya masuk ke periode dimana saya melanjutkan kuliah lagi. Masa kuliah (lagi). Alasan saya kuliah lagi adalah untuk menambah pengetahuan saya. Walaupun sebenarnya itu bukanlah satu-satunya cara, menambah pengetahuan sih bisa dengan belajar sendiri dari buku atau belajar dari orang yang ahli di bidangnya atau dengan ikut kursus. Tapi saat itu saya memutuskan untuk kuliah saja, mungkin juga karena ingin lebih serius dengan ilmu baru. Setelah mulai kuliah, sepertinya saya punya pendapat lain. Sekolah master adalah lebih pada untuk memantapkan bidang ilmu atau karir yang anda tekuni saat ini. Sehingga nantinya akan berguna bagi peningkatan karir anda di kantor atau paling tidak menambah wawasan anda akan ilmu yang terkait dengan pekerjaan anda *ups <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . <strong>Moral of the story</strong>: “Kalau mau melanjutkan kuliah lagi, pastikan bahwa ilmu yang anda ambil adalah spesifikasi dari apa yang anda kerjakan saat ini”.</p>
<p><strong>Tahun 2010</strong>. Masa ingin ber-USAHA. Salah satu keingian saya di tahun ini adalah punya usaha sendiri sehingga saya bisa mengatur jadwal kerja saya sendiri. Namun, belum terwujud di tahun ini. Terlalu banyak hal yang menjadi pertimbangan saya sampai tidak mulai-mulai. Masih bingung usaha apa yang ingin dirintis, masih bingung cari target market, masih bingung cari tempat, masih bingung bla bla bla *tepokjidat* *terlalu-banyak-mikir*. Baiklah, karena resolusi saya yang ini tidak berhasil di tahun ini, maka saya resolusikan kembali di tahun depan&#8230;hehe. Semoga tahun 2011 saya mendapat pencerahan untuk membuka suatu usaha yang bisa menjadi sukses dan membawa manfaat untuk orang banyak. Amiiin. <strong>Moral of the story:</strong> “Kalau mau punya usaha, yaa mulai dan lakukan saja, jangan terlalu banyak berpikir”.</p>
<p><strong>Tahun 2011</strong>. Ada apa di 2011? Apa resolusi anda di tahun ini? Apa yang ingin anda lakukan di tahun ini? Saya? Saya ingin&#8230;. travelling keliling Indonesia, punya usaha yang sukses, tinggal 2 tahun di luar negeri, ikutan The Amazing Race Asia, belajar masak supaya bisa ikutan Masterchef, *uhuk&#8230;ini resolusi atau mimpi yaa* *crossing my fingers* hehehe&#8230;  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amaharani.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amaharani.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amaharani.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amaharani.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amaharani.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amaharani.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amaharani.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amaharani.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amaharani.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amaharani.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amaharani.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amaharani.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amaharani.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amaharani.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amaharani.wordpress.com&amp;blog=9873039&amp;post=121&amp;subd=amaharani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amaharani.wordpress.com/2011/01/16/ada-apa-di-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aeec5e9327a1c1173db3263e14d4c217?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maharani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2011/01/dsc_0407.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">merangkai hidup</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahagia, sudah?</title>
		<link>http://amaharani.wordpress.com/2010/12/13/bahagia-sudah/</link>
		<comments>http://amaharani.wordpress.com/2010/12/13/bahagia-sudah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2010 17:50:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maharani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thought]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amaharani.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Dimana kita dilahirkan dan bagaimana dibesarkan akan menentukan seperti apa kita di masa depan. Keluarga adalah pilar penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Bagaimana orang tua mengajarkan nilai dan prinsip hidup akan sangat dipegang teguh oleh anak-anaknya. Nilai yang diterapkan orang tua pada anaknya pun akan membentuk pola pikir dan karakter si anak. Seorang teman pernah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amaharani.wordpress.com&amp;blog=9873039&amp;post=113&amp;subd=amaharani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dimana kita dilahirkan dan bagaimana dibesarkan akan menentukan seperti apa kita di masa depan. Keluarga adalah pilar penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Bagaimana orang tua mengajarkan nilai dan prinsip hidup akan sangat dipegang teguh oleh anak-anaknya. Nilai yang diterapkan orang tua pada anaknya pun akan membentuk pola pikir dan karakter si anak.</p>
<p><span id="more-113"></span></p>
<p>Seorang teman pernah bercerita bagaimana dia dididik dalam sebuah keluarga yang sangat menerapkan nilai demokrasi bagi anak-anaknya. Mereka diberi kebebasan dalam memilih jalan hidup yang mereka inginkan. “Pergilah dan lihatlah dunia, lakukan apa yang ingin kamu lakukan dalam hidup asalkan kamu bahagia. Tidak apa kalau kamu melakukan kesalahan dalam memilih, satu hal yang perlu kamu tahu bahwa rumah kami selalu terbuka untuk kalian”. Kira-kira seperti itulah yang disampaikan orang tuanya. Mereka ingin anak-anaknya bertanggung jawab atas pilihan hidupnya sendiri, asalkan mereka bahagia dengan pilihannya itu. Walaupun agak sedikit ekstrim bagi saya mendengar nilai yang disampaikan, namun saya mencoba melihatnya dari sisi positif. Nilai ini bagus juga untuk membentuk seseorang menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas hidupnya sendiri dan keberanian untuk mengambil keputusan. Hasilnya adalah teman saya ini menjalani kehidupannya dengan kebebasan (dalam arti positif). Tidak merasa terikat dengan siapa pun atau apa pun. Melakukan pekerjaan apa pun yang membuatnya merasa bahagia. Travelling ke seluruh pelosok negeri merupakan salah satu hobinya untuk mengisi waktu luang, sekaligus mempelajari setiap adat dan budaya setiap pelosok. Dan dia benar-benar sangat menikmati apa pun yang dia kerjakan dan lakukan. Wow. What a life! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-116" title="bahagia, sudah?" src="http://amaharani.files.wordpress.com/2010/12/100_0508.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></p>
<p>Seorang teman lain juga pernah bercerita bagaimana dia dididik dalam sebuah keluarga yang <del>berusaha</del> menerapkan demokrasi namun juga tetap menerapkan peraturan. Peraturan disini maksudnya adalah penerapan suatu kebijakan dari orang tua bagi anaknya tanpa mendiskusikannya terlebih dulu. Di satu sisi, orang tua ingin memberi kebebasan bagi anaknya untuk memilih masa depan namun di sisi lain tetap <del>berusaha</del> mengatur apa yang dilakukan sang anak. Hal ini bagus menurut saya karena ada kebebasan bagi anak untuk memilih dan mengambil keputusan walaupun keputusan tersebut (tentunya) masih dipengaruhi orang tua. Hal yang susah adalah bilamana porsi dalam memberi kebebasan lebih kecil dibanding porsi dalam mengatur. Idealnya memang jika porsi keduanya seimbang. What a good life, then! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Menurut saya penerapan nilai atau prinsip hidup akan efektif jika diterapkan dari sejak kecil atau sampai masa remaja. Maksudnya, nilai yang diterapkan oleh orang tua seperti demokrasi, berkata jujur, berbuat kebaikan, hidup sederhana dan sebagainya dari sejak kecil akan efektif membentuk karakter anak di masa depan. Sebenarnya sih konsep apapun yang diterapkan dalam sebuah keluarga pastinya untuk kehidupan yang lebih baik bagi anaknya. Agar bisa hidup dengan bahagia. Asalkan komunikasi dua arah diterapkan, sepertinya hal ini terlihat mudah&#8230; (teorinya) <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dalam film “Eat Pray Love” Liz gilbert berusaha mencari, <strong>bahkan benar-benar mencari</strong>, kebahagiaannya dengan bepergian ke tiga negara yang menarik baginya untuk menemukan arti kebahagiaan. Agak sulit dipahami bahwa kenyataan hidup yang dialaminya saat ini terlihat seperti sudah bahagia namun ternyata dia tidak merasa demikian. Tinggal di New York dengan pekerjaan yang mapan, kehidupan rumah tangga yang terlihat baik-baik, dan semuanya yang tampak bahagia ternyata hanya <strong>tampak</strong>. Entah apa yang dirasakan Liz ketika itu, mungkin ia merasa ada di suatu titik dimana ia mulai mempertanyakan keberadaan Tuhan, atau mempertanyakan hubungannya dengan suaminya yang sebenarnya tidak membuatnya merasakan kebahagiaan dalam hidup. Seperti merasa ada sesuatu yang hilang, hingga ia perlu mencari ke belahan bumi lain. Atau sebenarnya itu hanyalah sisi ego nya saja untuk bisa lepas dari hidupnya yang membosankan, sehingga ia perlu suatu petualangan untuk mencari pengalaman hidup yang belum pernah dirasakannya. Siapa yang tahu? Walaupun di akhir cerita tampak ia sudah menemukan arti kebahagiaan dengan mengenal Tuhan dan menemukan cintanya, namun sepertinya dia masih akan terus mencari arti bahagia.</p>
<p>Semua orang ingin bahagia. Pasti. Tidak ada orang yang tidak ingin bahagia dalam hidupnya. Lalu bahagia seperti apa yang kita inginkan. Ukurannya akan berbeda-beda bagi setiap orang. Tinggal bagaimana kita memaknai arti kebahagiaan itu sendiri bukan. Jadi, sudahkah Anda bahagia saat ini? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amaharani.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amaharani.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amaharani.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amaharani.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/amaharani.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/amaharani.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/amaharani.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/amaharani.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amaharani.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amaharani.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amaharani.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amaharani.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amaharani.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amaharani.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amaharani.wordpress.com&amp;blog=9873039&amp;post=113&amp;subd=amaharani&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amaharani.wordpress.com/2010/12/13/bahagia-sudah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aeec5e9327a1c1173db3263e14d4c217?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">maharani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amaharani.files.wordpress.com/2010/12/100_0508.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">bahagia, sudah?</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
